Yen menguat terhadap mata uang utama sementara dolar Selandia Baru turun karena komentar dari gubernur bank sentral memicu pedagang untuk merevisi spekulasi mereka untuk kebijakan moneter.

Yen menguat untuk pertama kalinya dalam tiga hari terhadap dolar setelah Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda meredam spekulasi ekspansi dalam waktu dekat dari pelonggaran moneter dengan mengatakan bahwa ia tidak bertujuan untuk mendapatkan hasil dengan mengejutkan pasar. Sebaliknya, dolar kiwi turun sebanyak 1,3% setelah Asisten Gubernur Reserve Bank of New Zealand, John McDermott mengatakan kebijakan moneter akan tetap stimulasi.

Yen naik 0,1% menjadi 119,84 per dolar pada pukul 7:02 pagi di London dari Rabu kemarin, setelah pelemahan sebelumnya melebihi 120 untuk pertama kalinya sejak 14 April. Sementara itu yen naik 0,2% menjadi 128,31 per euro.

Dolar Kiwi merosot 1,2% menjadi 75,71 sen AS dan menyentuh level terendah dalam satu minggu.

Kuroda juga mengatakan kepada parlemen pada hari Kamis bahwa waktu untuk mencapai target inflasi sebesar 2% mungkin tertunda dalam tahun fiskal yang dimulai April 2016. Dia mengatakan birokrat BOJ sedang mempelajari rincian teknis untuk keluar dari program pembelian obligasi bank sentral, namun dewan tidak mendiskusikan mengakhirinya sampai sekarang.

Para pembuat kebijakan akan merilis laporan outlook harga dan pertumbuhan dalam pertemuan mereka tanggal 30 April mendatang.