EquityWorld Futures: Jakarta -Indonesia nyatanya bangsa yang tidak terlepas dari impor. Di sektor kemaritiman saja, Indonesia sampai saat ini masih rutin mengimpor kapal hingga garam.

Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun saat membuka pameran Inamarine 2014 yang bersamaan dengan pembukaan pameran Inagreentech 2014 di Jakarta International Expo, Kemayoran Jakarta, Selasa (13/05/2014).

“Bikin kapal di dalam negeri lebih mahal dibandingkan impor, makanya kita impor terus. Garam juga sama walaupun kita punya lahan garam cukup besar di NTB (Nusa Tenggara Barat) dan Surabaya kita lebih suka impor. Kalau begini terus you’re killing me softly,” kata Alex.

Selain sektor kemaritiman, secara umum kegiatan importasi masih rutin dilakukan Indonesia untuk menggenjot peningkatan produktifitas industri dan mengangkat pertumbuhan ekonomi.

“Tiga tahun berturut-turut pertumbuhan industri kita di atas pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan industri yang sehebat itu tetapi membawa bencana dan tidak berkualitas. Bahayanya kita masih impor 90% bahan baku, bahan penolong dan bahan modal. Semakin genjot industri semakin banyak impornya,” imbuhnya.

Cara ini dinilainya membahayakan kondisi bangsa Indonesia. Pasalnya dengan kegiatan rutinitas impor yang terjadi setiap tahun maka ketergantungan Indonesia dengan negara lain cukup besar.

“Kehidupan kita masih ditentukan bangsa lain. Kalau mereka mau membunuh kita ya sudah setop saja untuk ekspor ke kita biar kita mati. Kita harus provokasi calon presidennya dan kita harus cuci otaknya. Jangan tinggal diam buat pernyataan yang menghentakan publik dan melihat data yang faktual dan rasional agar mampu memformulasikan kebijakan kemaritiman,” cetusnya.

Sumber berita: http://finance.detik.com/read/2014/05/13/131344/2581227/1036/wamenperin-dari-kapal-hingga-garam-kita-impor?f990101mainnews