PT EquityWorld Futures: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tak menampik, proses penjualan Bank Mutiara diselimuti kasus hukum Bank Century yang kini semakin memanas. Meski begitu, LPS selaku pemegang saham Bank Mutiara tak ambil pusing. Pihaknya berjanji tetap bekerja keras menawarkan pada investor.

Kepala Eksekutif LPS Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, siapa saja boleh memiliki eks Bank Century ini, tak terkecuali Bank Rakyat Indonesia (Bank BRI) yang juga pernah menyampaikan niat membeli saham bank yang disebut-sebut ‘bank gagal’ ini.

“Kan memang kita tahu Bank Mutiara ada beberapa kasus hukum seperti Antaboga, atau pemegang saham lama yang bersengketa yang sekarang ada di luar negeri, ini satu tantangan buat kita karena tentunya pembeli ingin beli bank yang sudah bersih,” ujarnya di Kantor Pusat LPS, Jakarta, Rabu (14/5).

Diakuinya, kasus hukum yang membelit Bank Mutiara cukup rumit dan tidak dapat diselesaikan dalam jangka dekat. Kartika mengklaim, sejauh ini LPS selalu memberikan informasi secara transparan kepada publik terkait kondisi Bank Mutiara sebenarnya.

Menurutnya, ini menjadi nilai tambah di mata investor untuk mempertimbangkan dan untuk pengambilalihan Bank Mutiara.

“Sengketa hukum ini memang lama, dan ini masih akan berlanjut hingga Bank Mutiara terjual, tapi kan kita akan disclose kasus-kasus hukum yang ada dan berharap dengan disclose ini tidak akan menutup-nutupi apa yang ada, kita tentunya tidak bisa memprediksi, ini di luar jangkauan kita, tapi kita akan menyelesaikan semaksimal mungkin, memang masih ada beberapa kasus dan mau nggak mau harus ikut pas dijual nanti,” jelas dia.

Kartika menargetkan, penjualan Bank Mutiara rampung tahun ini. “Penjualan Bank Mutiara harus diselesaikan tahun ini, sesuai target yang telah kita tetapkan. Tahun ini kan sudah tahun keenam proses penjualan,” ungkapnya.