Equityworld Futures – Presiden AS Donald Trump, yang terinfeksi virus korona, Selasa (10/6) dari Gedung Putih menyatakan ia berencana hadir dalam debat keduanya dengan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden.

Trump pertama kali dinyatakan positif COVID-19, Kamis lalu dan dirawat di rumah sakit selama 72 jam antara Jumat malam hingga Senin. Berdasarkan rentang waktu tersebut, kehadirannya di acara debat yang menjawab pertanyaan para pemilih bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat. Berdasarkan pedoman dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), seseorang yang terinfeksi virus bisa menularkan virus 10 sampai 20 hari sejak timbulnya gejala.

Trump tiba kembali di Gedung Putih Senin malam. Dokter pribadinya, Dr. Sean Conley, dalam sebuah pernyataan hari Selasa mengatakan presiden menjalani “malam pertama yang tenang di Gedung Putih, dan hari ini, ia tidak melaporkan gejala apa pun”.

Senin pagi Trump menulis di media sosial, bahwa virus corona di sebagian besar populasi “jauh lebih tidak mematikan” daripada influenza musiman. Facebook menghapus pesan tersebut.

“Kami menghapus informasi yang tidak benar tentang tingkat keparahan COVID-19 dan sekarang telah menghapus postingan ini,” kata Andy Stone, juru bicara Facebook.

Twitter telah membatasi cuitan Trump, menerapkan label peringatan yang menyatakannya melanggar platform media sosial “tentang penyebaran informasi yang menyesatkan dan berpotensi berbahaya terkait dengan COVID-19″.

Sekembalinya ke Gedung Putih, Trump mendesak warga Amerika untuk tidak “takut” terhadap COVID-19.

 

 

Source : VOA, Ewfpro