Perekonomian AS kuartal pertama memperoleh tekanan besar dari yang diperkirakan sebelumnya, hal tersebut akibat cuaca musim dingin yang buruk, penguatan dolar dan keterlambatan aktifitas di pelabuhan.

GDP (gross domestic product) AS turun 0.7%, revisi dari laporan sebelumnya yang menyatakan naik 0.2%, hal itu menurut rilis data dari Departemen Perdagangan AS pada hari Jumat ini di Washington. Sementara perkiraan rata-rata dari 84 survei para ekonom dari Bloomberg menyatakan turun 0.9%. Kontras dengan laporan yang menunjukkan pendapatan naik, sehingga memicu perdebatan terkait apakah GDP sedang dipandang sebelah mata.

Perkiraan para ekonom berkisar dari penurunan sebesar 1.2% hingga kenaikan 0.2%. Perkiraan GDP tersebut merupakan kedua dari ketiga untuk kuartalan, dengan rilis ketiga dijadwalkan pada bulan Juni mendatang, saat terdapat informasi lebih tersedia. Perekonomian tumbuh 2.2% dari Oktober hingga Desember.