Equityworld Futures – Gubernur Tokyo Yuriko Koike, Rabu (15/7) mengeluarkan peringatan tertinggi mengenai eskalasi penyebaran infeksi Covid-19 di ibu kota Jepang itu, dengan meminta warga dan pemilik usaha untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan, tetapi tidak menyerukan penutupan bisnis.

Badan penyiaran publik Jepang NHK melaporkan Tokyo mengukuhkan 165 penularan baru Covid-19 hari Rabu (15/7), naik dari 143 pada hari Selasa dan 119 hari Senin. Selama empat hari hingga Minggu, jumlahnya telah melampaui 200.

Pada konferensi pers di Tokyo, Koike secara khusus mendesak restoran, toko-toko dan pengelola kelab malam untuk mematuhi langkah-langkah keselamatan dan mendesak pelanggan agar menghindari tempat-tempat yang tidak mematuhi pedoman keselamatan.

Ia juga meminta pemerintah PM Shinzo Abe untuk merevisi undang-undang untuk memberi kewenangan kepada pemerintah setempat untuk menghukum pemilik usaha yang melanggar langkah-langkah keselamatan yang diminta.

Jumlah kasus serius tidak meningkat pesat tetapi tempat-tempat tidur di rumah sakit segera terisi dan masih lebih banyak lagi yang diperlukan.

Gubernur mengatakan ia telah meminta rumah sakit-rumah sakit mengamankan 2.700 tempat tidur untuk mengakomodasi pasien yang sakitnya tidak terlalu parah. Ia mengatakan, œSelain itu, karena meningkatnya jumlah pasien tanpa gejala, pasien yang sakitnya ringan pada generasi yang lebih muda, kami akan membuka dua fasilitas akomodasi medis baru besok.

Koike mengimbau warga untuk menghindari perjalanan keluar kota yang tidak esensial, dan bagi pemerintah untuk œberpikir dengan hati-hati apakah waktunya sudah tepat untuk mendesakkan kampanye pariwisata Abe yang tidak populer.

Namun ia tidak mengumumkan tentang penutupan tempat-tempat bisnis. Tokyo mencabut status darurat dan membuka kembali bisnis pada akhir Mei, dan telah menolak seruan bagi penutupan kembali.

Para pakar di gugus tugas Covid-19 Tokyo mengatakan penularan tidak lagi terbatas pada generasi muda yang terkait dengan kawasan-kawasan hiburan malam. Tokyo telah mencatat 8.189 kasus terkonfirmasi dan 325 kematian akibat virus corona.