EquityworldEquityworld : Pemerintah melalui Kementrian Pertahanan terus menggencarkan pentingnya kemandirian lokal dalam sistem pertahanan nasional. BUMN dan BUMS didorong untuk mengembangkan industri pertahanan dalam negeri berstandar Internasional.

Salah satunya yang sudah dikembangkan produk cyber defence adalah teknologi anti sadap. Hasil perkembangan dari 158 BUMS industri pertahanan nasional, yang terlibat dalam Indodefence Expo di Kemayoran Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain itu ada juga produk lainnya dari PT Indoguardika Cipta Kreasi (ICK) yang mengenalkan berbagai produk komunikasi dan informasi anti sadap. Baik untuk komunikasi via jaringan mobile, kabel, maupun data internet.

“Kami pamerkan ke publik produk unggulan anti sadap layanan pesan pendek atau SMS Guard, suara atau Voice Guard, pesan instan atau Chat Guard dan telepon PSTN atau TiO Guard,” terang Managing Director PT ICK, Dahniar Wisnu Paramita, dalam rilisnya kepada okezone, Kamis (6/11/2014).

Dahniar menjelaskan, diantara keempat produk yang dipamerkan, tiga diantaranya merupakan produk baru yang diluncurkan di perhelatan akbar pameran teknologi internasional itu. “Tiga produk baru tersebut Voice Guard, Chat Guard dan Tio Guard. Menyusul tahun depan kita luncurkan layanan antisadap Email Guard dan VPN (Virtual Private Network) Guard.”

Sementara layanan SMS Guard sendiri sudah bisa dinikmati publik sejak tahun lalu. Semuanya produk teknologi keamanan komunikasi dan sistem informasi tersebut asli buatan karya anak bangsa. “Kami kumpulkan para ahli kriptografi, IT security, mobile web developer, dan manufaktur perangkat keras berenkripsi asli Indonesia untuk mengembangkan produk komunikasi aman anti sadap,” tegas Dahniar.

Dalam kesempatan yang sama Research and Production Director ICK Sujoko menjelaskan teknologi anti sadap perusahaan IT Security ini sudah berstandar internasional. “Baik untuk Algoritma, protokol, IT Security ini sudah berstandar,” tutupnya.

(amr)