Equityworld futures – HSBC mengatakan bahwa tingkat suku bunga negatif yang diterapkan banyak negara di dunia saat ini masih merupakan factor bullish untuk emas.

Bank ini mengutip laporan Financial Times dalam sebuah studi dari Standard & Poor™s yang mengatakan bahwa hampir 500 juta orang hidup dalam iklim atau lingkungan suku bunga negatif bank sentral, mewakili kurang lebih 25% dari PDB global.

HBSC juga mengutip S&P yang mengatakan bahwa suku bunga – suku bunga ini merupakan isyarat yang jelas dari keputusasaan kebijakan dan ekonomi. Studi itu memberikan peringatan akan resiko yang diasosiasikan dengan kebijakan suku bunga negatif, termasuk pengambilan risiko berlebihan oleh investor yang disebabkan oleh rendahnya bbiaya pinjaman.

Mungkin terdapat sinyal bahwa suku bunga negatif mempunyai beberapa efek yang diinginkan di zona euro, tetapi hanya ada sedikit bukti bahwa hal itu berjalan dengan sukses di Jepang, laporan mengungkapkan.

Dalam keseimbangan, hal ini positif untuk emas seiring resiko yang dihasilkan suku bunga negatif mendukung permintaan safe haven emas.

“Kami melihat dua temuan laporan lain yang bahkan lebih bullish untuk emas. Suku bunga negatif telah mengakibatkan setengah dari utang pemerintah di dunia sekarang berimbal hasil di bawah nol, analis di HSBC menambahkan.

“Dalam pandangan kami, ini merupakan kasus yang sangat menarik untuk permintaan emas, seiring ketidakmampuan utang pemerintah dalam menawarkan pengembalian dan tiadanya biaya peluang untuk memiliki emas. Apabila suku bunga negatif menyebar dalam perekonomian, hal itu bisa memicu pergerakan kembali yang lebih besar ke dalam uang tunai, yang juga cenderung menguntungkan emas, “tambah mereka.