EquityWorld Futures: Defisit perdagangan April 2014 yang melebar dan tak sesuai dengan perkiraan ternyata tak mempengaruhi laju indeks. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia mampu menanjak di tengah sentimen negatif yang merebak.

Pada perdagangan Senin (2/6), IHSG naik 0,37 persen ke level 4.912. Volume perdagangan mencapai 4,9 miliar lembar saham dengan nilai Rp 6,1 triliun. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp835 miliar. Saham Bank BCA, Unilever, Kalbe Farma, dan Astra Internasional menjadi motor pergerakan indeks.

Aksi beli investor terbilang mencengangkan lantaran terjadi di saat banyaknya sentimen negatif. Neraca perdagangan yang mengalami defisit US$1,96 miliar ternyata tak menghentikan niatan investor untuk mengoleksi saham unggulan. Kemungkinan hal ini terjadi setelah IHSG anjlok signifikan dan harga saham relatif murah.

Namun aksi borong saham kemungkinan bakal terjegal sentimen negatif dari neraca perdagangan dalam beberapa hari ke depan. Apalagi salah satu penyebab defisit adalah penurunan harga batu bara dan minyak sawit, sehingga kinerja emiten sektor pertambangan dan perkebunan bisa terpengaruh.

Di pasar uang, defisit perdagangan menumbangkan rupiah. Rupiah turun 0,77 persen ke level 11.766 per dolar. Rupiah bergerak searah dengan mata uang regional. Defisit perdagangan menjadi sinyal terjadinya perlambatan ekonomi di masa mendatang. Pada perdagangan hari ini, Selasa (3/6), rupiah kemungkinan berada di level 11.750-11.800 per dolar dan IHSG di kisaran 4.900-4.975.

Sumber berita: http://plasadana.com/content.php?id=7519