Equity World Futures: Warga dunia agaknya mesti mengubah pola konsumsi bahan bakar dan produk berbasis minyak mulai dari sekarang, lantaran krisis produksi mulai terjadi. Pertumbuhan konsumsi minyak di seluruh dunia kini menyalip kenaikan produksi dan bisa menyebabkan kekurangan pasokan di masa mendatang.

Peringatan itu tertunang dalam laporan perusahaan minyak asal Inggris, BP Plc. Dalam rilis statistik energi tahunannya, BP menyatakan konsumsi minyak global pada 2013 tumbuh lebih pesat dibandingkan produksi. Konsumsi minyak di seluruh dunia tumbuh 1,4 persen atau 1,4 juta barel per hari, sedangkan produksi hanya naik 0,6 persen atau 560 ribu barel per hari.

Ada beberapa hal yang menyebabkan ketidakseimbangan tersebut. Menurut BP, konsumsi energi di negara berkembang naik 3,1 persen sedangkan belanja minyak negara maju versi Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) tumbuh 1,2 persen. Angka pertumbuhan konsumsi negara maju lebih tinggi dari periode sebelumnya, disokong oleh pertumbuhan ekonomi Amerika.

Di sisi lain, ada harapan untuk kenaikan pasokan. Menurut BP, konsumsi energi alternatif mulai meningkat. Konsumsi batu bara tumbuh 3 persen, lebih cepat dari bahan bakar fosil lainnya. Sedangkan energi terbarukan menyumbang 2,7 persen dari konsumsi energi global.

Harapan lainnya berada di Amerika. Di negara tersebut, terjadi lonjakan penambangan serpih batuan di laut atau shale sehingga mendorong produksi minyak. Teknologi ini sukses menambal gangguan produksi minyak. Hal ini juga yang berperan untuk meredam gejolak harga minyak.

Tapi jika konsumsi tak dikendalikan, ancaman krisis pasokan selalu mengintai.

Sumber berita: www.plasadana.com