Equityworld futures – Kini di Nice, reaksi publik terhadap serangan teror pada Hari Bastille sangat berbeda dari serangan Paris tahun lalu. Bukannya solidaritas, tetapi tuduhan dilancarkan terhadap pemerintahan sayap kiri yang gagal mencegah serangan teroris ketiga dalam waktu hanya 18 bulan.

Suasana di jalan-jalan muram dan diliputi rasa cemas. Dan kini, kurang dari setahun sebelum pemilihan Perancis, isu keamanan, selain penciptaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi, muncul sebagai tema kampanye yang utama.

œKini, diskusi berkisar tentang tanggapan keamanan, kata Jerome Saint-Marie, kepala dari badan jajak pendapat Polling Vox.

œTetapi sedikit demi sedikit, subyek ini akan dipolitisasi. Orang akan mulai bicara soal imigrasi, Islam, dan khususnya Eropa.

Sebuah jajak pendapat IFOP yang diselenggarakan sehari setelah serangan menemukan, 67 persen dari responden tidak percaya pada kemampuan pemerintah untuk memerangi terorisme.

œSangat sulit untuk mengantisipasi bagaimana opini akan berkembang, kata Direktur IFOP Frederic Dabi kepada kantor berita Agence France-Presse.

œHollande dan pemerintahannya bisa saja naik popularitasnya, atau publik bisa juga menyimpulkan, pemerintah ini tidak bisa melindungi kita.

œSaya tahu bahwa kita jangan berkelahi dan menjatuhkan satu sama lain saat para korban belum dimakamkan, kata mantan presiden Nicolas Sarkozy, yang mengincar pencalonan presiden berikutnya.

œTetapi semua yang seharusnya dilakukan dalam 18 bulan terakhir tidak dilakukan, katanya kepada televisi Perancis.