Saham Jepang tergelincir ke level lima pekan terendahnya pada hari Senin sehingga mencatat penurunan beruntun hari ketiganya, ditengah sentimen Brexit yang melemahkan minat terhadap aset beresiko serta menekan ekuitas global.

Melanjutkan menigkatnya permintaan safe haven dalam yen, yang naik ke enam pekan tertinggi terhadap dolar AS dan skala puncak tiga tahun terhadap euro, menempatkan tekanan lebih lanjut pada ekuitas Tokyo.

Indeks saham acuan Nikkei rata-rata turun 3,5% menjadi 16,019.18 poin, yang terendah sejak 6 Mei Nikkei terseret oleh penurunan indeks kelas berat seperti biasa pengecer pakaian Fast Retailing Co Ltd dan pabrik pembuat robot Fanuc Corp.

Indeks Topix turun 3,5% dan JPX-Indeks Nikkei 400 turun 3,4%.