Equityworld – PepsiCo (NASDAQ:PEP) Inc mengatakan pada Kamis (01/07) bahwa pihaknya berencana mengurangi kandungan gula dalam soda dan es teh hingga seperempatnya di Uni Eropa dan meluncurkan lebih banyak makanan ringan bergizi pada tahun 2025. Langkah ini dilakukan untuk menarik lebih banyak konsumen yang sadar kesehatan di pasar terbesar keduanya.

Sebagai bagian dari dorongannya, perusahaan akan menargetkan memformulasi ulang produk yang menggunakan pemanis rendah kalori, meluncurkan makanan ringan sehat seperti lini popcorn PopWorks dan membawa merek rendah lemak termasuk jajaran Lay’s Oven Baked ke pasar baru mengutip laporan Reuters Kamis (01/07).

Produsen minuman soda ini menghadapi tekanan untuk mengurangi gula tambahan dalam minuman mereka, terutama di Eropa di mana beberapa negara telah memungut pajak atas soda manis, jus buah, dan air beraroma untuk mengatasi masalah kesehatan dan obesitas.

“Di Eropa saat ini, hampir satu dari tiga minuman yang kami jual bebas gula dan kami yakin tren ini akan terus berkembang seiring waktu,” kata Chief Executive Officer PepsiCo Eropa Silviu Popovici.

Eropa menyumbang hampir seperlima dari keseluruhan penjualan PepsiCo tahun lalu, menjadikannya wilayah penghasil pendapatan terbesar kedua setelah Amerika Utara.

Perusahaan berencana untuk mengurangi 25% kadar gula tambahan pada tahun 2025 dan pengurangan 50% pada tahun 2030 dalam minuman seperti Pepsi-Cola, Lipton Ice Tea, dan 7UP yang dijual di seluruh Eropa.

Dengan tujuan menjadikan camilan sehat sebagai kategori makanan yang tumbuh paling cepat selama empat tahun ke depan, PepsiCo menargetkan peningkatan penjualan lebih dari sepuluh kali lipat pada tahun 2025 dan memperluasnya menjadi portofolio $1 miliar pada tahun 2030.

Sumber : Reuters, Investing
Equityworld Futures