Equityworld – Saham-saham di Asia Pasifik bergerak naik pada Jumat (25/06) pagi setelah tercapainya kesepakatan anggaran dana infrastruktur Amerika Serikat senilai $579 miliar mendorong optimisme investor saat saham-saham AS mencapai titik rekor.

Nikkei 225 Jepang menguat 0,80% ke 29.106,50 pukul 11.07 WIB menurut data Investing.com. Indeks Harga Konsumen Inti Tokyo dirilis sebesar 0,0% pada bulan Juni, tetapi di atas kontraksi 0,1% menurut perkiraan yang disiapkan oleh investing.com dan kontraksi 0,2% pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

KOSPI Korea Selatan naik 0,60% di 3.305,77. Di Australia, ASX 200 naik 0,56% ke 7.316,40.

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga bergerak menguat 0,74% di 6.056,84 pukul 11.15 WIB.

Indeks Hang Seng Hong Kong melesat 1,20% ke 29.226,25 pukul 11.09 WIB. Shanghai Composite China naik 0,79% ke 3.594,79 sedangkan Shenzhen Component naik 1,07% di 14.943,51.

Indeks patokan S&P 500 mencapai level puncak baru, sedangkan dollar mengalami penurunan dan imbal hasil Treasury benchmark 10 tahun AS sedikit berubah pada 1,49%.

Presiden AS Joe Biden mencapai kesepakatan infrastruktur bipartisan senilai $579 miliar pada hari Kamis, yang bertujuan untuk menciptakan jutaan pekerjaan. Langkah ini diperkirakan akan maju ke Kongres bersama RUU terpisah yang akan menghabiskan dana triliunan lebih banyak yang disebut Biden sebagai “infrastruktur manusia” yang ditentang oleh Partai Republik.

Kelompok senator “telah berkumpul untuk menempa kesepakatan yang akan menciptakan jutaan pekerjaan Amerika dan memodernisasi infrastruktur Amerika kita,” tambah Biden.

Indeks saham global MSCI Inc. diperkirakan akan mencatat minggu terbaiknya sejak April, berkat pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dari COVID-19. Investor tetap optimis meskipun ada risiko seperti inflasi yang lebih tinggi, prospek pengetatan kebijakan moneter, dan varian COVID-19 yang lebih menular.

“Belanja infrastruktur memperkuat prospek pertumbuhan ekonomi yang sudah sangat kuat,” ahli strategi ekuitas LPL Financial Jeff Buchbinder menyampaikan kepada Bloomberg. Investasi tersebut akan “meningkatkan prospek keuntungan perusahaan dan akan menjaga pasar bullish ini tetap kuat melampaui tahun 2021.”

Di sisi bank sentral, bank sentral Meksiko secara tak terduga menaikkan suku bunganya untuk pertama kalinya sejak akhir 2018, sementara Bank of England (BOE) mengingatkan terhadap “pengetatan dini” karena ekonomi masih membutuhkan dukungan untuk pulih dari COVID- 19.

Seputar data, 411.000 orang mengajukan klaim pengangguran awal di AS selama minggu sebelumnya, di atas angka 380.000 dalam perkiraan yang disiapkan oleh investing.com tetapi sedikit di bawah 418.000 selama minggu sebelumnya.

Investor sekarang menunggu data pengeluaran pribadi dan sentimen konsumen Universitas Michigan, yang akan dirilis hari ini.

Sumber : Reuters, Investing
Equityworld