Indeks Topix Jepang turun setelah laporan pekerjaan AS melemah dalam hampir enam tahun terakhir mengirim dolar merosot terhadap yen, mengalihkan prospek bagi eksportir. Ekuitas pangkas kerugian dalam perdagangan sore.

Investor di Jepang tertekan setelah saham merosot pada pekan lalu terkait kekhawatiran Perdana Menteri Shinzo Abe tidak menjelaskan paket stimulus ketika ia mengumumkan penundaan peningkatan penjualan pajak. Lapangan pekerjaan yang lebih buruk dari perkiraan melaporkan menimbulkan pertanyaan kasus Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dan l tingkat dolar terhadap yen. Indeks Topix telah naik pada bulan Mei dan yen melemah di tengah meningkatnya spekulasi terhadap pertumbuhan ekonomi AS cukup kuat untuk menopang kenaikan suku bunga.

Indeks Topix turun 0,4 % ke level 1,332.43 pada penutupan perdagangan di Tokyo, sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average melemah 0,4 % ke level 16,580.03. Indeks Topix jatuh sebanyak 1,9 % dalam perdagangan pagi, setelah yen melonjak 2,2 % pada hari Jumat karena data menunjukkan pengusaha di AS menambahkan jumlah paling sedikit pekerja sejak tahun 2010 pada bulan Mei. Saham pangkas kerugian pada sore hari diiringi pelemahan yen sebesar 0,4 % ke level 106,99 per dolar dan investor menunggu pidato dari Ketua Fed Janet Yellen. (knc)

Sumber : Bloomberg