Equityworld – Pasar saham Eropa diharapkan akan dibuka melemah pada Jumat (01/10) petang setelah tren pelemahan di Wall Street dan Asia sesi sebelumnya di tengah kekhawatiran kenaikan inflasi, perlambatan pertumbuhan dan kebijakan moneter yang kurang akomodatif.

Pada pukul 14.59 WIB, DAX futures Jerman jatuh 1,21% di 15.033,0 menurut data Investing.com, CAC 40 futures di Prancis melemah 1,09% ke 6.432,5 dan FTSE 100 futures Inggris turun 1,01% ke 6.970,0. Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melemah 1,1% di 6.217,01 pukul 14.16 WIB.

Investor Eropa telah menerima serah terima negatif Jumat dari sesi Asia setelah indeks Nikkei Jepang jatuh lebih dari 2%, sementara pasar di Hong Kong dan China ditutup libur. Blue chip Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 500 poin, atau 1,6%, pada hari Kamis.

September adalah bulan yang sulit bagi pasar ekuitas secara global. Pasalnya, investor harus mengatasi gabungan sentimen pertumbuhan yang melambat, pembatasan peraturan China, kekhawatiran atas pengurangan aset bank sentral, kasus Covid yang tengah berlangsung, stimulus fiskal yang memudar, dan kemacetan jaringan pasokan.

Berita ekonomi mengecewakan berlanjut pada hari Jumat. Penjualan ritel Jerman naik sebesar 1,1% pada bulan Agustus, rebound dari penurunan 4,5% yang direvisi bulan sebelumnya tetapi di bawah kenaikan 1,5% yang diharapkan.

Namun, fokus utamanya adalah rilis data inflasi utama karena investor mencoba mengukur keadaan tekanan harga dan kemungkinan respons dari European Central Bank (ECB) saat ekonomi kawasan pulih dari pandemi.

IHK Zona Euro September akan dirilis pada pukul 05:00 AM ET (0900 GMT), dan diperkirakan akan menunjukkan kenaikan tahunan sebesar 3,3%, naik dari level 3,0% pada bulan Agustus. Angka tersebut akan menguji tekad Bank Sentral Eropa yang masih yakin inflasi akan segera turun kembali di bawah target jangka menengah 2%.

Dalam berita perusahaan, sektor mobil Jerman kemungkinan akan menjadi fokus pada hari Jumat. Pemegang saham Daimler (OTC:DDAIF) akan memberikan suara tentang kemungkinan pemisahan divisi perakitan truk dari operasi mobil mewah Mercedes-Benz. Langkah serupa oleh Volkswagen (DE:VOWG_p) dua tahun lalu tidak banyak membantu untuk membuka nilai tambah dalam bisnis truknya Traton (DE:8TRA).

Harga minyak mentah masih turun pada Jumat petang. Trader bersiap mengamati pertemuan produsen utama minggu depan dan potensi output tambahan untuk meredakan kekhawatiran pasokan yang ketat saat ini.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutu yang dipimpin oleh Rusia, kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, dijadwalkan bertemu pada hari Senin, dan dapat meningkatkan produksi di luar 400.000 barel per hari yang telah disepakati untuk November dan Desember mengingat latar belakang harga minyak bergerak di dekat level tertinggi tiga tahun.

Pada pukul 14.11 WIB, harga minyak mentah AS berjangka turun 0,29% ke $74,81 per barel, sedangkan harga minyak Brent turun 0,26% ke $78,11 per barel.

Selain itu, harga emas berjangka naik tipis 0,01% ke $1.757,25/oz, sementara EUR/USD naik 0,04% di 1,1586.

Sumber : Investing
Equityworld Futures