Equityworld futures – Saham Asia jatuh untuk hari ketiga terkait turunnya minyak mentah berjangka dan investor mempertimbangkan prospek suku bunga yang lebih tinggi di AS. Saham di Jepang naik terkait spekulasi akan adanya stimulus lebih.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3 persen ke 138,7 pada 4:00 sore di Hong Kong. Indeks Topix Jepang naik 0,6 persen karena melemahnya yen setelah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan ada “cukup kesempatan” untuk pelonggaran lebih pada bulan September. Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga 2016 masih dalam pertimbangan, menyuarakan komentar hawkish dari Presiden The Fed New York William Dudley sebelum pidato dari Ketua The Fed Janet Yellen akhir pekan ini di Jackson Hole, Wyoming.

Saham Asia mengalami reli sebesar 22 persen dari level terendahnya di Februari terkait data yang lesu dari ekonomi terbesar dunia sehingga memicu spekulasi bahwa bank sentral akan terus mendukung mereka dengan stimulus dan kebijakan moneter yang longgar. Investor mencari isyarat dari Fed mengenai waktu potensial kenaikan suku bunga. Sementara peluang The Fed akan menaikkan biaya pinjaman pada bulan Desember naik menjadi 51 persen, pedagang berspekulasi bahwa hanya ada kesempatan sebesar 22 persen untuk pengetatan bulan depan, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.