Equityworld – Saham-saham Asia Pasifik mayoritas bergerak naik pada Selasa (26/10) pagi. Wakil Perdana Menteri Liu He China berbicara dengan Menteri Keuangan AS Janet Yellen pada 26 Oktober melalui panggilan video membahas soal situasi makroekonomi dan hubungan bilateral kedua negara.

Nikkei 225 Jepang melonjak 1,93% di 29.151,00 pukul 09.50 WIB menurut data Investing.com sementara KOSPI Korea Selatan naik 0,55%

Di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,66% di 3.040,60. Negara ini akan merilis indeks harga konsumen pada hari Rabu.

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat 0,55% di 6.661,93 pukul 09.58 WIB.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,215 di 26.077,87.

Shanghai Composite China naik 0,14% ke 3.615,08 pukul 09.53 WIB sedangkan Shenzhen Component naik 0,13% ke 14.615,95 setelah China mengawasi wabah COVID-19. Selain itu, Modern Land China Co. menjadi pengembang real estat terbaru yang melewatkan pembayaran utang setelah China Evergrande (HK:3333) Group.

Di AS, perdebatan tentang tekanan harga terus berlanjut. Mantan Menteri Keuangan AS Lawrence Summers mengatakan bahwa kesenjangan antara komentar Departemen Keuangan AS dan Federal Reserve dan pengalaman bisnis serta konsumen telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

“Saya benar-benar percaya kesenjangan antara pernyataan Departemen Keuangan & Fed dan pengalaman sehari-hari bisnis dan konsumen dalam hal inflasi telah melebar dalam beberapa bulan terakhir. Sampai Fed & Kemenkeu AS sepenuhnya mengakui realitas inflasi, mereka tidak mungkin berhasil mengatasinya,” pungkas Summers di Twitter (NYSE:TWTR).

Selain itu, Partai Demokrat AS bergerak lebih dekat ke kesepakatan tentang agenda ekonomi multi-triliun dolar Presiden AS Joe Biden pada hari Senin. Ada kemungkinan DPR AS bisa meloloskan RUU infrastruktur senilai $550 miliar minggu ini.

Sumber : Invessting
Equityworld Futures