Equity World Futures: Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak melemah sebesar 19 poin menjadi Rp11.797 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp11.778 per dolar AS.

“Dolar AS menguat setelah data kepercayaan investor di negara-negara Euro mengalami penurunan, kondisi itu kembali memberi kekhawatiran investor untuk masuk ke pasar berisiko, termasuk Indonesia sehingga melemahkan mata uang rupiah,” kata Analis Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir, di Jakarta, Selasa.

Dari dalam negeri, lanjut dia, investor juga terlihat waspada menanti hasil pertemuan kebijakan moneter Bank Indonesia pada 12 Juni mendatang untuk melihat outlook BI terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

“Di sisi lain, investor juga berhati-hati terhadap kondisi politik di dalam negeri, diharapkan kondisi politik tidak memanas karena dapat mempengaruhi psikologis investor,” katanya.

Ia memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah akan diperdagangkan di kisaran Rp11.765–Rp11.830 per dolar AS untuk Selasa ini dengan potensi penguatan masih bersifat sementara.

Analis dari PT Platon Niaga Berjangka, Lukman Leong menambahkan bahwa faktor meningkatnya cadangan devisa Indonesia akan membuat tekanan rupiah cenderung terbatas. Cadangan devisa Indonesia pada Mei 2014 meningkat sekitar dua miliar dolar AS menjadi 107,05 miliar dolar AS.

“Meningkatnya cadangan devisa itu akan membuat intervensi Bank Indonesia untuk menjaga mata uang menjadi lebih baik,” ucapnya.

Sumber berita: antaranews.com