EquityWorld Futures: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia kembali terjungkal setelah nilai tukar rupiah terhadap dollar melemah. Indeks kemungkinan bergerak mendatar karena sepi sentimen positif dari dalam dan luar negeri.

Pada penutupan perdagangan Senin (23/6), IHSG turun 0,11 persen menjadi 4.842,129. Pada awal perdagangan, indeks sempat mengalami rebound namun kemudian melemah seiring turunnya kurs rupiah. Nilai rata-rata perdagangan turun dari Rp 6,075 triliun menjadi Rp 6,062 triliun. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 230,9 miliar.

Melemahnya kurs rupiah membuat indeks kembali tertekan. Isu rupiah membuat investor kurang merespons pergerakan bursa saham regional Asia yang cukup positif. Apalagi melemahnya rupiah dipicu faktor klasik yakni tingginya impor dan pinjaman dollar korporasi yang cukup tinggi. Hal ini menunjukkan tidak adanya reformasi struktural di Indonesia.

Di pasar uang, rupiah turun 0,16 persen ke level 11.992,3. Rupiah melemah seiring munculnya prediksi kenaikan penjualan rumah dan indeks manufaktur yang menunjukkan perbaikan ekonomi Ameruika. Dolar pun menguat terhadap beberapa mata uang Asia. Rupiah juga semakin lemah karena impor minyak terus berjalan di tengah tingginya harga komoditas tersebut.

Pada perdagangan hari ini, Selasa (24/6), rupiah kemungkinan bergerak di interval 11.850-12.000 per dolar. Sedangkan IHSG ada di kisaran 4.800-4.925.

Sumber berita: www.plasadana.com