Permintaan emas di India yang sekaligus konsumen terbesar kedua di dunia tersebut mengalami penurunan sepanjang tahun 2015 ini yang juga tahun kedua secara beruntun, hal tersebut akibat jutaan petani di India diterpa cuaca yang tidak menentu dan anjloknya harga komoditas sehingga memangkas pembelian emas.

Hampir 2/3 permintaan emas di India berasal dari wilayah pedesaan dimana perhiasan merupakan tempat penampung kekayaan secara tradisional bagi jutaan orang yang tidak memiliki akses terhadap sistem perbankan.

Tren penurunan pada permintaan emas di India diperkirakan akan menghantam harga logam mulia global yang tengah mengalami rebound seiring adanya spekulasi kenaikan suku bunga AS dan melambatnya permintaan dari China.

“Permintaan emas diperkirakan akan turun sebesar 700 ton. Terdapat krisis likuiditas di daerah pedesaan,” hal itu disampaikan oleh Prithviraj Kothari, wakil presiden dari India Bullion & Jewellers’ Association.

Selama 2014 kemarin, permintaan emas di India sebesar 842.7 ton atau turun 14% dari tahun sebelumnya, akan tetapi masih diatas China.

Di awal tahun ini World Gold Council memperkirakan adanya peningkatan permintaan emas di India sebesar 900 hingga 1,000 ton pada tahun 2015 ini, akan tetapi optimisme tersebut telah terkikis setelah pendapatan dari sektor pertanian menurun.

Di waktu yang sama, harga mayoritas komoditas telah mengalami penurunan, tren global memburuk oleh ekspor produk pertanian dari India yang tidak kompetitif.

Upaya pemerintah India memangkas defisit neraca pembayaran juga telah menekan permintaan emas di negara tersebut, dengan pemerintah New Delhi mengupayakan menekan impor dan pembelian emas.