Dalam tulisannya melalui email yang tercatat tanggal 17 Desember lalu, Victor Thianpiriya dan Mark Pervan, strategist dari Australia & New Zealand Banking Group Ltd atau lebih dikenal dengan ANZ memperkirakan bahwa harga emas akan mengalami pemulihan di tahun depan seiring dengan meningkatnya permintaan dari China dan India meskipun dilain sisi Federal Reserve (Amerika Serikat) akan tetap menaikan suku bunganya.

Emas akan naik ke $1280 per ounce hingga akhir tahun 2015, meningkat dalam tiap kuartalnya. Perkiraan untuk dan hingga akhir tahun 2016 adalah di $1420, menurut laporan tersebut.

Emas hanya sedikit berubah di tahun ini pasca tenggelam sebesar 28 persen di tahun 2013 lalu karena kontraksi pada kepemilikan emas para investor, reli dollar AS dan para pejabat kebijakan bank sentral yang siap-siap untuk meningkatkan suku bunga.

Sementara Goldman Sachs Group Inc. melihat akan adanya penurunan lebih lanjut pada harga emas, ANZ memprediksi pemulihan harga yang kemudian diikuti oleh TD Securities Ltd. yang memperkirakan bahwa harga emas akan rebound di 2015 pasca para investor menyerap sentiment kenaikan suku bunga di Amerika Serikat. Permintaan akan meningkat pasca pemerintah India menghapus larangan impor emas bulan lalu dan seiring meningkatknya penjualan di China, menurut ANZ.

œPermintaan emas fisik di China dan India tertahan tahun ini ditengah tingginya persediaan dan control impor secara perspektif, ungkap bank tersebut, mengacu pada dua konsumen bullion terbesar di dunia itu. œKedua hambatan ini telah hilang sehingga menimbulkan kembali permintaan dan pijakan harga yang kuat menuju tahun 2015.

œPotensi pemulihan harga tahun depan lebih baik dibandingkan tahun ini, disamping ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve AS, tambah ANZ dalam laporannya hari ini. œKami perkirakan harga emas akan naik secara berkesinambungan selama tahun 2015 dan mengakhiri tahun itu pada level $1280 per ounce.

Pasca FOMC

The Fed telah merampungkan dua hari rapat kebijakannya minggu ini dan mengindikasikan bahwa suku bunga pinjaman akan tetap rendah œsampai masa waktu yang ditetapkan. Bank sentral AS tersebut diperkirakan akan mengganti frase tersebut dengan kata-kata yang lebih pasti menjelang persiapan kenaikan suku bunga di pertengahan 2015 mendatang.

Bullion akan naik tahun depan saat market telah selesai menyerap ekspektasi kenaikan suku bunga tersebut, kata TD Securities dalam laporannya tanggal 8 Desember lalu. Emas akan berada pada harga rata-rata $1175 antara Januari hingga Maret, $1200 di kuartal kedua, $1250 di kuartal tiga dan $1275 di kuartal terakhir tahun depan, menurut TD Securities.

Bearish Lebih Lanjut

Dilain pihak, Goldman Sachs adalah diantara yang memperkirakan Bearish lebih lanjut pada harga emas. Logam kuning tersebut akan turun seiring meningkatnya ekonomi Amerika Serikat tahun depan, Jeffrey Currie, kepala peneliti komoditi bank tersebut mengatakan pada 9 Desember lalu, mengulangi perkiraan penurunan harga emas hingga ke $1050 dalam 12 bulan kedepan.

Harga akan berada pada rata-rata $1000 di tahun 2015 sejalan dengan meningkatnya dollar AS, kata Barnabas Gan dari OCBC Corps. Dalam laporannya tanggal 16 Desember lalu, mengutip prospek kenaikan suku bunga the Fed, inflasi global yang dapat dikendalikan dan rendahnya harga minyak dunia. Gan, ekonom dari bank yang berbasis di Singapura tersebut merupakan salah satu peramal harga emas terakurat berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Reserve Bank of India (RBA) pada 28 November lalu secara mengejutkan menghapus aturan yang mewajibkan importer untuk menjual 20% dari pengiriman emasnya ke peritel untuk di ekspor ulang, mengakhiri regulasi yang membatasi pembelian sejak diterapkan Juli tahun lalu.

Impor dari India diperkirakan akan normal kembali setelah penghapusan larangan tersebut, sementara permintaan di China juga akan kembali pulih pasca menurunnya persediaan, kata ANZ dalam laporannya. Prospek untuk pemulihan harga ini juga didasarkan pada ekspektasi bahwa mata uang euro akan pulih di semester kedua, meredam dampak dari penguatan dollar AS terhadap harga emas, tambahnya.