Equityworld futures – Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah resmi meminta maaf kepada penduduk asli Taiwan yang teraniaya selama berabad-abad.

Ini adalah untuk pertama kalinya seorang pemimpin Taiwan melakukan hal tersebut.

Berbicara di hadapan perwakilan 16 suku asli yang diakui, dia mengatakan bahwa Taiwan harus menerima “kebenaran” untuk melangkah ke depan “sebagai negara dengan satu rakyat”.

Tsai mengatakan Komisi keadilan sejarah akan segera dibentuk.

Imigran dari daratan Cina tiba di Taiwan sekitar 400 tahun silam.

Selama ini, masyarakat adat di negara itu kehilangan hak atas tanah leluhur. Gaya hidup tradisional, bahasa serta budaya mereka juga dibatasi akibat kebijakan ketat asimilasi.

Tertinggal

Dibandingkan warga pendatang, mereka tetap tertinggal. Masalah pengangguran dan upah rata-rata yang rendah juga membuat mereka makin terpojokkan.

Suku-suku asli Taiwan ini diperkirakan berjumlah sekitar dua persen dari jumlah keseluruhan warga Taiwan sekitar 23 juta orang.

“Selama 400 tahun terakhir, setiap rezim yang berkuasa di Taiwan secara brutal melakukan pelanggaran HAM terhadap masyarakat adat melalui kekuatan militer dan penjarahan tanah,” kata Tsai.

Tsai kemudian menambahkan bahwa “permintaan maaf secara lisan” tidaklah cukup.

Dia berjanji bahwa pemerintah akan memberikan otonomi yang lebih besar kepada masyarakat adat, meningkatkan pemilikan hak atas tanah mereka, pekerjaan, dan serta melestarikan bahasa asli, seperti dlaporkan Kantor berita AFP.

Capen Nganen, salah-seorang perwakilan masyarakat Yami, yang berusia 80-tahun, mengatakan dia berharap pemerintah “benar-benar menetapi janjinya”.

Selama akhir pekan lalu, perwakilan masyarakat adat menggelar unjuk rasa agar hak berburu mereka dilindungi, setelah berdiri sebuah taman nasional di wilayah yang mereka tempati selama ini.

Keberadaan taman nasional itu melarang mereka melakukan perburuan dan kegiatan sejenis lainnya.

Presiden Taiwan Tsai, dari Partai Progresif Demokratik, yang berkuasa sejak Januari lalu, adalah pemimpin Taiwan pertama yang memiliki darah campuran suku asli Paiwan.

Dalam kampanye pilpres, Tsai telah berjanji untuk meminta maaf secara resmi kepada masyarakat asli Taiwan.