Pound turun ke level terendah tiga minggu setelah jajak pendapat menunjukkan warga Inggris lebih menyukai keluar dari Uni Eropa, yang menghidupkan kembali kekhawatiran bahwa referendum pada tanggal 23 Juni akan membuat pasar global ke dalam kekacauan dan merusak kepercayaan di blok perdagangan 28 negara.

Sterling jatuh terhadap semua rekan-rekannya di pasar negara berkembang setelah survei didominasi oleh kampanye untuk memilih ˜keluar™. Sementara pound memangkas penurunannya di perdagangan London.

Bank of England (BOE) mengatakan ketidakpastian di seputar pemilihan suara telah merugikan pertumbuhan ekonomi Inggris, sementara lembaga-lembaga termasuk Dana Moneter Internasional dan Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan telah memperingatkan konsekuensi jika hasil pemilihan suara negara tersebut meninggalkan pasar tunggal terbesar di dunia. Ketua Federal Reserve Bank of Chicago Charles Evans mengatakan referendum telah meruntuhkan kepercayaan prospek global pada saat ekonomi internasional sudah kehilangan momentum.

Pound turun 0,6 persen menjadi $ 1,4438 pada pukul 10:20 pagi di London, setelah turun sebanyak 1,1 persen ke level terendah sejak 16 Mei. Pound tergelincir 0,4 persen menjadi 78,63 pence per euro, menyentuh level terendah dalam lebih dari tiga minggu.

Sumber: Bloomberg