Equityworld Futures – Menlu Amerika, Mike Pompeo berpendapat hari Kamis, bahwa Hoda Muthana, seorang wanita kelahiran Amerika yang membelot ke kelompok teroris ISIS, bukan warga negara AS dan tidak boleh pulang dari Suriah karena ayahnya seorang diplomat Yaman.

Presiden Donald Trump mengatakan, dia meminta Pompeo untuk tidak membolehkan wanita itu, Hoda Muthana, kembali ke AS, meskipun pengacaranya mengatakan, dia bersedia menghadapi tuntutan AS yang menuduh dia bersedia pergi ke Suriah dan menggunakan media sosial untuk memuji pembunuhan terhadap orang-orang Barat.

“Ia bisa saja lahir di sini,” kata Pompeo dalam acara TV “Today” show” di NBC. Dia bukan warganegara AS dan dia juga tidak berhak atas kewarganegaraan AS.”

Pompeo berpendapat, perempuan berusia 24 tahun itu, kini mempunyai seorang anak yang dilahirkan dari hubungannya dengan salah seorang dari ketiga suaminya yang jihadis itu, bukan warganegara Amerika karena ayahnya berstatus diplomat.

Tetapi pengacara Muthana mengatakan kepada media AS bahwa ayahnya telah menyelesaikan dinasnya sebagai diplomat “berbulan-bulan” sebelum anak perempuannya lahir di New Jersey pada 1994, jadi hal itu menjadikan dirinya seorang warganegara Amerika.