Equityworld futures – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri, Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mengakui, permainan Pokemon Go merupakan perkembangan telekomunikasi yang sedang marak terjadi. Sebab itu, anggota Polri maupun masyarakat luas bisa saja menggunakan aplikasi tersebut.

Namun, berdasarkan kajian internal Mabes Polri bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, permainan Pokemon Go tidak terlalu banyak memberikan manfaat.

“Kami melihat apabila anggota Kepolisian sibuk bermain game maka dikhawatirkan akan mengganggu pelayanan pada masyarakat, mengganggu konsentrasi karena Pokemon Go ini berjalan memperhatikan layar monitor di hand phone,” kata Boy di kantornya.

Lantaran itu, kata Boy, Polri tidak membenarkan anggotanya bermain Pokemon Go pada saat menjalankan tugas. “Kami juga tidak membenarkan  kantor fasilitas Kepolisian, instansi pelayanan publik dijadikan lahan permainan Pokemon Go ini,” ujarnya.

Dalam kondisi sekarang, kata Boy, semua anggota Polri dan Markas Polri agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap teror yang sewaktu-waktu mungkin terjadi.

“Dikhawatirkan anggota Polri jadi ketagihan (main Pokemon Go) dan kami tidak ingin (hal itu terjadi) karena Polri harus melayani masyarakat. Kadang-kadang tugas kami kan butuh konsentrasi dan kerja keras malah ketagihan main Pokemon Go,” katanya.