Equityworld futures – Perdana Menteri Prancis, Manuael Valls, disoraki warga saat menghadiri acara hening cipta satu menit di Nice, tempat seorang penyerang menewaskan 84 orang hari Kamis (14 Juli).

Warga meneriakkan kata ‘pembunuh’ dan ‘turun’ kepadanya sebelum acara hening cipta yang berlangsung di seluruh negeri.

Sebelumnya, pemimpin oposisi -yang juga mantan presiden- Nicolas Sarkozy, menuduh pemerintah saat ini telah gagal memberikan pengamanan.

Tentara sudah dikerahkan di tempat-tempat wisata sementara penyelidikan dilanjutkan terkait kemungkinan hubungan penyerang dengan kelompok jihadis.

Sarkozy mendesak semua warga asing yang terkait dengan Islam radikal untuk diusir dari Prancis.

Namun Menteri Dalam Negeri, Bernard Cazeneuve, mengatakan belum ditemukan bukti yang mengaitkan Mohamed Lahouaiej Bouhlel dengan jaringan teroris.

Pemerintah mengatakan Lahouaiej-Bouhlel, warga Tunisia yang tinggal di Nice, akhir-akhir ini menjadi radikal.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) menyatakan melakukan serangan truk tersebut, namun Lahouaiej-Bouhlel kemungkinan tidak perlu bekerja sama dengan jaringan yang lebih besar, kata Cazeneuve.