Equityworld Futures – Presiden AS Joe Biden dan perdana menteri Jepang, India dan Australia hari Jumat (12/3) dijadwalkan bertemu secara virtual dalam pertemuan puncak Dialog Keamanan Segi Empat, “Quad”rilateral Security Dialogue, di mana mereka akan membahas strategi untuk menghadapi pengaruh China yang kian besar di kawasan Indo-Pasifik, termasuk tawaran untuk menandingi diplomasi vaksin Beijing yang ambisius.

Kelompok yang disebut “Quad” itu akan meluncurkan mekanisme keuangan untuk meningkatkan produksi hingga satu miliar dosis vaksin pada 2022 untuk mengatasi kekurangan vaksin di kawasan Indo-Pasifik, terutama di negara-negara Asia Tenggara, kata seorang pejabat pemerintah Biden dalam pengarahan kepada wartawan hari Kamis (11/3).

Kelompok ini telah menyusun “wahana pembiayaan yang kompleks” untuk meningkatkan kapasitas produksi vaksin secara dramatis, kata pejabat itu. Seorang pejabat pemerintah lainnya mengatakan International Development Finance Corporation AS bekerja bersama dengan perusahaan-perusahaan di India serta pemerintah Jepang dan Australia untuk meningkatkan produksi vaksin yang telah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Pemerintah AS tidak menyatakan apakah mekanisme vaksin “Quad” ini akan terpisah atau menjadi bagian dari COVAX, mekanisme global untuk mendistribusikan 2 miliar dosis vaksin ke 94 negara miskin pada akhir tahun ini, sebagian dengan menggunakan vaksin yang dikembangkan AstraZeneca/Oxford University dan diproduksi oleh Serum Institute of India.

COVAX dipimpin bersama oleh Gavi, the Vaccine Alliance, suatu kemitraan kesehatan global antara pemerintah dan swasta yang didanai oleh Bill & Melinda Gates Foundation. Gavi telah menjadi pemain dominan dan pendanaan dan pendistribusian berbagai vaksin sejak didirikannya pada tahun 2000, tetapi tidak jelas apakah Gavi akan dilibatkan dalam mekanisme vaksin “Quad”.

Biden telah ditekan untuk menanggapi diplomasi vaksin Beijing sementara ia berupaya untuk memvaksinasi seluruh rakyat Amerika lebih dulu, dengan memastikan cadangan vaksin AS berlebih, untuk mempersiapkan vaksin melawan berbagai varian baru dan untuk memvaksinasi anak-anak. Sekarang ini tidak ada cukup data untuk menentukan mana di antara tiga vaksin yang telah diizinkan untuk penggunaan darurat di AS yang aman dan efektif untuk anak-anak.

Presiden China Xi Jinping memproklamasikan Mei lalu bahwa vaksin buatan China akan menjadi “barang publik di seluruh dunia.” Sejak itu, Beijing telah menjanjikan sekitar setengah miliar dosis vaksinnya untuk lebih dari 45 negara, menurut perhitungan per negara oleh Associated Press. Setelah China awalnya gagal menangani wabah, sebagian melihat diplomasi vaksin Beijing sebagai taktik menyelamatkan muka dan sebagai cara untuk meluaskan pengaruhnya.

 

Source: VOA, Ewfpro
PT Equityworld Futures