Equity World Futures: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berharap PT Semen Indonesia (Persero) Tbk bisa menempatkan investasi dan melakukan ekspor ke kawasan Asia Selatan yang saat dalam beberapa waktu terakhir tengah mengalami peningkatan permintaan semen.

Menurut Kepala BKPM Mahendra Siregar, Semen Padang mesti memanfaatkan dampak positif dari strategi holding untuk memperluas pasar semen di Asia. “Semen Indonesia memang sudah seharusnya tidak hanya fokus pada upaya memperluas pasar di wilayah Indonesia,” ucapnya di Padang, Sumatera Barat, Senin (26/5).

Mahendra mengatakan, tingginya tingkat permintaan semen di Asia Selatan harus sudah dipandang oleh Semen Indonesia sebagai peluang bisnis yang sekaligus bisa menjadi pintu masuk untuk menguasai pasar Asia. “Asia Selatan yang demand-nya tinggi mesti segera dimasuki, apalagi posisinya strategis,” kata Mahendra.

Selain mengupayakan untuk berinvestasi, kata dia, Semen Indonesia juga perlu untuk memanfaatkan kondisi tersebut dengan meningkatkan ekspor semen ke kawasan Asia Selatan. “Jadi, dengan diterapkannya strategi holding sudah harus disikapi Semen Indonesia bukan hanya dari sisi investasi, tetapi juga dari sisi trading,” ujar Komisaris Utama Semen Padang itu.

Di tempat yang sama, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan, PT Semen Padang (Persero) yang merupakan holding company dari Semen Indonesia juga bisa berpartisipasi dalam proyek pengembangan infrastruktur di dalam negeri maupun Asia Tenggara.

“Memang perlu ada dorong agar Semen Padang untuk masuk ke infrastruktur dan pengembangan energi di daerah. Karena uang yang ada itu jangan hanya disimpan, bisa saja urunan (dengan Pemerintah Daerah) untuk membangun infrastruktur,” kata Dahlan.

Sumber berita: https://id.berita.yahoo.com/permintaan-bkpm-kepada-semen-indonesia-055010983.html