Equityworld futures – Portal internet Yahoo mengukuhkan bahwa para peretas mencuri informasi dari sekitar 500 juta akun pengguna.

Dikatakan oleh Yahoo, serangan pada 2014 itu diyakini dilakukan atas sponsor negara.

“Intrusi online dan pencurian oleh para aktor yang disokong negara sudah semakin sering terjadi di dalam industri teknologi,” kata Yahoo pada Kamis (22/09).

Yahoo mengakui peretasan ini jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

Data yang telah dicuri mungkin meliputi nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir dan kata sandi akun para pengguna.

Namun, kata Yahoo, data yang dicuri tidak mencakup informasi kartu pembayaran atau informasi rekening bank.

Verizon, pemilik Yahoo, mengatakan kepada BBC bahwa peretasan itu diketahui “dalam dua hari terakhir” dan sejauh ini informasi yang dimiliki masih mimim.

Yahoo merekomendasikan kepada para pengguna untuk mengganti kata sandi jika mereka belum menggantinya sejak tahun 2014.

Pada bulan Juli, Yahoo dijual ke perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat Verizon senilai US$4,8 miliar.