Equityworld Futures – Harga minyak turun pada Rabu (17/03) pagi setelah AS melaporkan penurunan mengejutkan pasokan minyak mentah.

Harga minyak Brent turun 0,20% ke $68,25 per barel menurut data Investing.com pukul 10.53 WIB dan harga minyak WTI turun tipis 0,08% di $64,75 per barel.

Data pasokan minyak mentah dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan penurunan kejutan sebanyak 1 juta barel untuk pekan terakhir 12 Maret. Perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com telah memperkirakan kenaikan 2,715 juta barel, sedangkan 12,792 juta barel peningkatan telah dilaporkan selama minggu sebelumnya.

Data API juga menunjukkan persediaan gasolin turun 926.000 barel selama minggu sebelumnya, sementara persediaan sulingan naik sebanyak 904.000 barel.

Investor menunggu data pasokan dari Badan Informasi Energi (EIA), yang akan dirilis pada sesi nanti. Jika data EIA juga menunjukkan penurunan stok, maka akan menjadi penurunan pertama sejak pertengahan Februari setelah beberapa minggu kenaikan pasca cuaca dingin ekstrem di Texas dan sekitarnya.

Juga di radar investor adalah laporan bulanan Badan Energi Internasional (IEA) dan keputusan kebijakan Federal Reserve AS, yang akan dirilis hari ini, yang dapat membantu mengukur pemulihan permintaan bahan bakar dan kemungkinan likuiditas yang lebih tinggi.

Terlepas dari tren penurunan baru-baru ini, cairan hitam masih naik hampir 34% pada tahun 2021, didorong oleh pengurangan produksi Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) hingga April, serta meningkatnya optimisme pemulihan permintaan bahan bakar karena program vaksinasi COVID-19 terus berlanjut secara global.

Sementara itu, kekhawatiran mengenai potensi efek samping vaksin COVID-19 AstraZeneca PLC – University of Oxford terus menghambat pemulihan permintaan bahan bakar di Eropa. Terkini, Swedia dan Latvia menjadi negara terbaru yang menangguhkan penggunaan vaksin tersebut. European Medicines Agency (EMA) mengatakan sedang menyelidiki laporan efek samping dan temuan akan dilansir pada hari Kamis.

Sumber : Reuters, Investing
PT Equityworld Futures