Equityworld futures – Penjualan ritel Inggris mengalami penurunan terbesar dalam enam bulan terakhir pada bulan Juni, menambah tanda-tanda bahwa pemungutan suara untuk meninggalkan Uni Eropa mulai menimbulkan dampak.

Volume barang yang dijual di toko-toko dan secara online turun 0,9 persen, lebih dari penurunan sebesar 0,6 persen yang terlihat dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom, data dari Kantor Statistik Nasional menunjukkan hari Kamis ini. Penjualan yang tidak termasuk bahan bakar otomotif juga turun lebih besar dari yang diperkirakan yaitu sebesar 0,9 persen.

Kantor statistik melakukan survei bulanan antara 29 Mei dan 2 Juli, artinya beberapa tanggapan yang diterima di minggu berjalan pada saat referendum Brexit tanggal 23 Juni. Indeks kepercayaan konsumen jatuh di laju tercepat dalam 21 tahun pasca pemungutan suara tersebut.

penjualan makanan turun 1,2 persen, sedangkan penjualan non-makanan turun 0,8 persen. Penjualan di department store turun 1,6 persen dan retailer pakaian serta alas kaki melihat penurunan dalam penjualan sebesar 1,8 persen.

Dalam laporan terpisah hari Kamis, ONS mengatakan defisit anggaran mengecil lebih dari perkiraan sebesar 7,8 miliar pound pada Juni dari 10 miliar pound tahun sebelumnya, berkat lonjakan penerimaan pajak penghasilan.

Ini meninggalkan defisit fiskal kuartal pertama sebesar 25,6 miliar pound, turun dari 27.9 miliar pound tahun sebelumnya. Perdana Menteri Theresa May mengatakan pemerintah belum meninggalkan target mengembalikan keuangan publik menjadi surplus, tapi tidak lagi berusaha untuk melakukannya pada akhir dekade ini.