EquityWorld Futures Jakarta -Defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) telah menunjukkan tren perbaikan pasca memuncak pertengahan tahun lalu. Namun, pengusaha properti berharap pemulihan ekonomi berjalan lebih cepat agar sektor ini bisa kembali tumbuh.

Direktur PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Tulus Santoso mengatakan bila CAD membaik lebih cepat, artinya fundamental ekonomi bisa lebih stabil. Gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bisa dikurangi.

Secara sistematis, itu akan membuat Bank Indonesia (BI) mengkaji penurunan suku bunga acuan yang saat ini 7,5%.

“Kita harapkan setelah Pemilu dan pemerintahan baru kurs dan CAD akan kembali normal. Jadi tingkat bunga juga kembali ke normal,” kata Tulus di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (7/5/2014).

Suku bunga yang masih tinggi, lanjut Tulus, menyebabkan sektor properti melambat. Terlihat pada kuartal I-2014, pendapatan Ciputra Development tercatat Rp 1,2 triliun. Padahal target sampai akhir tahun Rp 7,3 triliun.

“Saat ini ada distorsi karena regulasi dari BI soal uang muka dan bunga kredit yang meningkat. Itu semua berpengaruh,” katanya.

Tulus memperkirakan memang suku bunga acuan sulit untuk turun menjadi 5,75% dalam waktu dekat. Namun yang terpenting untuk sementara adalah kestabilan, dan ini menjadi tugas pemerintahan mendatang.

“Kestabilan itu penting. Sekarang baru membaik, kalau tiba-tiba turun terus naik lagi susah pengembang,” ujarnya.

 

Sumber Berita: http://finance.detik.com/read/2014/05/07/134308/2575890/1016/pengusaha-properti-berharap-ekonomi-membaik-dan-bunga-turun?f9911023