Equityworld – Pendapatan emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk (JK:APLN) pada kuartal pertama tahun ini merosot 63,3% secara tahunan. Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 31 Maret 2021, APLN mencatatkan pendapatan sebesar Rp485 miliar, turun drastis dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,32 triliun.

Kontribusi dari penjualan apartemen tercatat sebesar Rp118,55 miliar, anjlok dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp902,18 miliar. Sedangkan penjualan rumah tinggal dan kios masing-masing sebesar Rp71,43 miliar dan Rp30,08 miliar. Kontribusi dari penjualan tanah dan rumah kantor sebesar Rp12,33 miliar dan Rp9,63 miliar.

Di sisi lain, kontribusi dari pendapatan sewa, hotel dan lain-lain terpantau turun secara tahunan. Pendapatan sewa tercatat sebesar Rp177,38 miliar, hotel Rp62,80 miliar dan lain-lain sebesar Rp3,21 miliar.

Seiring dengan menurunnya penjualan dan pendapatan, maka beban pokok penjualan dan beban langsung APLN juga turun menjadi Rp299,83 miliar dari Rp772,99 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp164,68 miliar dan beban bunga dan keuangan sebesar Rp197,42 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini.

Akibat penurunan kinerja pada tahun ini, maka APLN mencatatkan rugi bersih sebesar Rp289,79 miliar. Capaian ini membaik dibandingkan dengan kerugian yang perseroan alami pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp448,56 miliar.

Menurut data Investing pukul 13:30 WIB, harga saham Agung Podomoro Land berada di Rp135 dengan rentang harian di Rp134 – Rp138 per saham. Jumlah saham yang beredar tercatat sebesar 22.699.326.779

Sumber : Reuters, Investing
Equityworld Futures