EquityWorld Futures: Pemerintah menyatakan proyek tol listrik Sumatera bagian timur, garapan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bakal menelan biaya sekitar Rp 12 triliun. Transmisi listrik berkapasitas 550 kilovolt (KV) ini menghabiskan dana pembebasan lahan sekitar Rp 480 miliar.

“Lahan nanti kewajiban kontraktor (BUMN Karya) kira-kira 4 persen dari nilai proyek untuk pembebasan lahan,” ujar Sekretaris Menteri BUMN, Imam A. Putro, usai Rapim di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu (28/5).

Sementara, studi kelaikan (FS) transmisi dari utara ke selatan Sumatera ini ditargetkan selesai pada Juni mendatang. Kemudian, hasil dari FS akan menjadi kajian bagi perbankan untuk menentukan skema pembiayaan.

Skema pendanaan proyek ini, lanjutnya, akan meniru model pembangunan tol Cipularang pada 2002. Pemerintah berharap proyek ini sudah dapat dikerjakan sebelum berakhirnya masa pemerintahan SBY.

“Harapannya sebelum pemerintah kelar,” katanya.

Seperti diketahui, proyek tol listrik Sumatera ini menjadi bagian megaproyek 10.000 MW. Dahlan menargetkan pengerjaan proyek jaringan transmisi listrik sepanjang 1.200 kilometer di Sumatera bisa dimulai tahun ini.

Proyek berdaya 500 KV itu diharapkan bisa menyelesaikan krisis listrik di Sumatera Utara sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik di pulau ke enam terbesar di dunia itu.

“Pembangunan tahun ini. Pekerjaan berikutnya survey jalur 1,5 bulan harus selesai karena biasanya 6 bulan,” kata Dahlan saat ditemui di Bank Rakyat Indonesia, Jakarta.

Dahlan mengungkapkan proyek jaringan listrik itu akan dibangun mulai Sumatera Selatan (Palembang) hingga Sumatera Utara. Diperkirakan, dibutuhkan biaya sebesar Rp 10 triliun dan didapat dari pinjaman perbankan.

“Ini juga melibatkan Pemda seperti tol Bali supaya mempunyai saham,” tegasnya.

Dahlan telah menunjuk PLN dan lima BUMN konstruksi membentuk konsorsium untuk menggarap proyek tersebut, terbagai ke dalam 12 paket pekerjaan.

Perinciannya, PLN menggarap paket 12, Wijaya Karya (1 dan 2), Pembangunan Perumahan (3 dan 10). Kemudian, Hutama Karya (4), Waskita Karya (7,8 dan 9), dan Adhi Karya (paket 5,6 dan 11).

Sumber berita: http://www.merdeka.com/uang/pembebasan-lahan-tol-listrik-sumatera-habiskan-dana-rp-480-m.html