EQUITY WORLD FUTURES – Investor rumahan di seluruh dunia mungkin banyak yang menganggap bahwa investasi emas sudah agak ketinggalan jaman dan tak lagi cukup menarik untuk investasi jangka panjang, namun di Indonesia, investasi jenis ini masih banyak digemari terutama untuk masyarakat yang tidak berminat atau memahami jenis investasi beresiko tinggi seperti pasar saham dan trading valas. Karena kepopuleran emas, produk investasi yang berdasarkan nilai emas pun makin banyak beredar.

Investasi emas yang dimaksud bukan yang beresiko tinggi dengan penjualan nilai emas di pasar internasional seperti trading nilai emas, melainkan jenis seperti agunan emas, cicilan emas dan investasi emas antam, yang masih sedikit banyak melibatkan emas fisik. Produk-produk ini sebelumnya disediakan oleh lembaga keuangan, namun kini bank-bank nasioanal mulai banyak yang menyediakan variasi program investasi emas.

Contohnya adalah pembiayaan emas di BNI, investasi cicil emas seperti di Bank Mandiri Syariah dan Solusi Emas di Danamon. Semua produk ini dikeluarkan karena kepopuleran investasi emas di Indonesia serta semakin banyaknya masyarakat yang ingin mendapat variasi dari jual beli emas fisik yang normalnya mereka ketahui dan lakukan.

 

Tren Investasi Emas dan Kenaikan Permintaan Pembiayaan

Tren investasi emas yang makin beragam seperti gadai emas dan cicilan emas terutama sangat populer di bank syariah, terutama karena prinsip pembiayaannya yang cenderung menghindari kemungkinan celah spekulasi dengan biaya rendah sehingga tak terlalu memberatkan. Meningkatnya tren investasi emas di bank ini ditunjukkan oleh dana permintaan pembiayaan investasi emas di bank syariah.

Menurut data yang dimiliki Asosiasi Bank-bank Syariah Indonesia, hingga tahun 2013, jumlah nilai pembiayaan berbagai investasi emas yang diminta para nasabah bank syariah sudah mencapai 165 triliun rupiah. Angka ini masih belum fantastis karena grafiknya tercatat masih terus meningkat hingga menjelang akhir tahun ini. Malah, menurut perwakilan Asosiasi Bank Syariah Indonesia Jefri Prayana, jumlah nilai pembiayaan bisa lebih dari 300 triliun rupiah di tahun 2015.

Dengan kenaikan permintaan ini, tidak mengherankan jika makin banyak bank yang mulai menambahkan investasi emas dalam daftar pelayanannya. Sayangnya saat ini kebanyakan pelaku investasi ini masih didominasi oleh nasabah Jabodetabek; hal ini bisa disebabkan kurangnya informasi soal investasi emas  berbentuk agunan dan cicilan di daerah luar Jabodetabek, atau kesalahpahaman masyarakat akan bentuk investasi yang mereka anggap sebagai penipu.

 

Peluang Bank Syariah sebagai Sumber Pembiayaan Investasi Emas

Bank syariah, yang menggunakan prinsip-prinsip syariat Islam dalam operasinya, termasuk yang paling aktif menawarkan investasi emas karena emas sendiri merupakan jenis investasi tanpa bunga yang sesuai dengan syariat. Peluang bank syariah sebagai sumber pembiayaan investasi emas pun semakin besar karena adanya peningkatan popularitas serta kenaikan jumlah asetnya yang di tahun 2013 ini sudah mencapai lebih dari 204 triliun rupiah.

Bukan hanya nasabah muslim saja yang bisa bertransaksi dan mendaftar untuk investasi emas di bank syariah; layanan ini terbuka untuk semua jenis nasabah yang ingin mendapatkan keuntungan dari investasi emas dengan resiko lebih kecil dan sudah pasti lebih aman. Walau demikin, bank syariah masih memiliki pekerjaan rumah untuk melakukan sosialisasi terhadap warga luar Jabodetabek agar ikut aktif memanfaatkan layanan investasi semacam ini.

Dengan adanya penawaran program investasi emas oleh bank nasional syariah yang resmi dan sudah diakui Bank Indonesia, masyarakat tak perlu lagi berpaling pada perusahaan investasi yang tidak jelas atau bisa berujung pada investasi penipuan seperti kasus PT Gold Bullion Indonesia. Investasi emas di bank lebih aman, emas disimpan dengan baik dan peluang spekulasi sangat kecil.