Equityworld Futures – Bursa saham berjangka di Eropa melemah pada Senin (22/03) petang. Pelemahan ini dibebani oleh rencana tindakan pembatasan lanjutan untuk memerangi gelombang ketiga kasus Covid-19 dan investor juga mengamati perkembangan kondisi keuangan di Turki dengan cermat.

Pada pukul 15.00 WIB, DAX futures Jerman turun 0,51% di 14.585,5 menurut data Investing.com, CAC 40 futures Prancis melemah 1,12% di 5.944,8 dan FTSE 100 futures di Inggris turun 0,94% ke 6.600,8.

Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah 0,87% ke 6.301,13 sampai pukul 15.15 WIB.

Jerman menjadi negara terbaru yang mempertimbangkan untuk memperluas langkah-langkah pembatasan dan ada rancangan proposal yang menyerukan agar kebijakan penguncian yang ada saat ini diperpanjang hingga bulan kelima karena melonjaknya jumlah kasus baru COVID-19 sejak pembatasan dilonggarkan tiga minggu lalu.

The Robert Koch Institute for Infectious Diseases mengatakan jumlah kasus per 100.000 penduduk selama seminggu mencapai 103,9 pada hari Minggu, di atas ambang batas 100 di mana unit perawatan intensif (ICU) akan mulai kehabisan kapasitas. Prancis, negara ekonomi terbesar kedua di Eropa, mengumumkan langkah-langkah tindakan pembatasan baru pada pekan lalu, yang mengakibatkan berlanjutnya penguncian selama sebulan di 16 wilayah negara, termasuk Paris.

Menambah kekhawatiran, kepercayaan terhadap keamanan vaksin AstraZeneca (NASDAQ:AZN) telah terpukul berat di Spanyol, Jerman, Prancis dan Italia, menurut survei YouGov yang diterbitkan Senin, setelah negara-negara ini sempat berhenti menggunakannya di tengah mencuatnya laporan pembekuan darah yang langka terjadi. Regulator Badan Obat Eropa (EMA) mengatakan dalam tinjauan keamanan awal pada Kamis silam bahwa vaksin itu aman dan efektif. AstraZeneca merilis data dari uji coba AS sebelumnya, menunjukkan vaksinnya 79% efektif dalam mencegah penyakit ini, dan 100% berhasil mencegah rawat inap dan kematian di seluruh sampel yang terdiri dari 30.000 sukarelawan.

KTT Uni Eropa yang akan berlangsung pada pekan ini di Brussel akan diadakan melalui konferensi video.

Yang juga menarik adalah acara di Turki menyusul keputusan mengejutkan dari Presiden Recep Tayyip Erdogan selama akhir pekan silam untuk menggantikan gubernur bank sentralnya Naci Agbal dengan Sahap Kavcioglu.

Langkah itu terjadi dua hari setelah kenaikan suku bunga besar yang bertujuan untuk mengendalikan inflasi mendekati 16% dan juga mendukung lira, dan sejak itu mata uang Turki melemah hampir 12% terhadap dolar, pergerakan terbesar sejak Agustus 2018.

Kabar perusahaan, perselisihan antara Suez (PA:SEVI) dan Veolia Environnement (PA:VIE) tentang bagaimana mengukir bisnis Suez menjadi atensi lain pada hari Minggu di mana perusahaan dana investasi Ardian dan Global Infrastructure Partners menawarkan 11,9 miliar euro ($14,2 miliar) untuk sebagian dari bisnis Suez.

Laporan pendapatan juga datang dari Kingfisher (LON:KGF), sedangkan Julius Baer (SIX:BAER) dan Lonza (SIX:LONN) keduanya akan menerbitkan laporan tahunan.

Yang juga menjadi fokus adalah saham-saham pertambangan, setelah kebijakan anti-polusi baru di China memicu penurunan bijih besi berjangka.

Harga minyak lanjut turun pada Senin (22/03) petang di tengah rencana penguncian baru di Eropa meningkatkan kekhawatiran atas laju kecepatan pemulihan permintaan global untuk komoditas ini.

Harga minyak WTI turun 0,81% di $60,94 per barel pukul 15.19 WIB dan harga minyak Brent turun 0,67% ke $64,10 per barel menurut data Investing.com.

Adapun, harga emas berjangka makin turun 0,66% di $1.730,25 per troy ons, sementara EUR/USD terus turun 0,10% ke 1,1891.

 

Sumber : Reuters, Investing
PT Equityworld Futures