Equity world – Pasar saham Asia bergerak ragam, Jumat (26/8) dengan Tokyo anjlok setelah angka harga konsumen mengecewakan dan investor berhati-hati jelang sambutan dari ketua Fed AS hari ini.

Di Jepang, CPI inti nasional turun 0,5% tahun-ke-tahun untuk bulan Juli lebih dari penurunan 0,4% terlihat, sedangkan CPI nasional mereda 0,4% seperti yang diharapkan dalam data yang sekarang dihitung di bawah satu tahun 2015 berdasar dengan bobot yang diperbarui. Angka inti tersebut alami penurunan kelima beruntun setelah penurunan 0,4% pada bulan Juni. Pengecer berhati-hati menaikkan harga di sektor luas setelah kenaikan harga tahun lalu di tengah ketidakpastian atas pertumbuhan global dan domestik. Kenaikan upah yang lambat juga mengaburkan prospek Bank of Japan mencapai 2% target inflasi stabil.

Komentar pembukaan Ketua Fed Janet Yellen di simposium ekonomi tahunan, Jumat ini, dalam sorotan. Sementara Yellen berbicara di awal konferensi, gubernur bank sentral lainnya akan membahas dan mempertimbangkan masa depan kebijakan moneter pasca krisis keuangan dan dalam era suku bunga rendah.

Selain Yellen, tiga pejabat bank sentral lainnya akan berbicara di konferensi. Gubernur Bank of Mexico Agustin Carstens, Anggota Dewan Eksekutif ECB Benoit Coeure dan Gubernur Bank of Japan Kauhiko Kuroda akan berpartisipasi dalam diskusi panel Sabtu untuk menutup konferensi.

Berdasarkan Perangkat Monitor Suku Bunga Fed Investing.com, investor menghargai kesempatan 27% dari kenaikan suku bunga pada bulan September, naik 12% pada awal pekan lalu. Peluang Desember hampir 43%.

Pasar saham AS melemah setelah penutupan tadi malam. Kerugian diderita dalam sektor Kesehatan, Jasa Konsumen dan Minyak & Gas yang memimpin saham lebih rendah.

Nikkei 225 tertekan 0,65%, sedangkan S&P/ASX 200 berkurang 0,19% dan Komposit Shanghai naik tipis 0,35%.

Pada penutupan di NYSE, Dow Jones Industrial Average turun 0,18%, sedangkan Indeks S&P 500 kehilangan 0,14%, dan Indeks Komposit NASDAQ turun 0,11%.

Sumber: investing.com

EQUITY WORLD FUTURES