Equity world – Harga minyak mentah tetap melemah di sesi perdagangan Asia pada Senin setelah investor mencatat angka PMI China yang dirilis pada akhir pekan menunjukkan ekspansi dan detil rencana OPEC yang ditunggu untuk membatasi produksi minyak mentah.

Di Bursa Perdagangan New York, minyak mentah untuk pengiriman November berkurang 0,56% menjadi $47,97 per barel. Pasar di China ditutup libur selama seminggu. Di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Desember turun 0,50% menjadi $49,94.

Pekan lalu, penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes mengatakan Jumat malam bahwa jumlah pengeboran sumur minyak AS di minggu lalu naik 7 menjadi 425, menandai peningkatan 13 kalinya dalam 14 minggu.

Serta, minyak berjangka ditutup menguat dalam tiga hari berturut-turut pada hari Jumat, akibat sentimen tetap terdukung baik setelah anggota OPEC menyepakati penurunan produksi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun, meskipun ada beberapa skeptisisme di kalangan analis atas pelaksanaan perjanjian tersebut.

Untuk minggu lalu, Brent berjangka London diperdagangkan melonjak $4,30, atau 8,56%, setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak OPEC mengejutkan pasar dengan menyetujui kerangka kerja pemangkasan produksi dalam pembicaraan yang diadakan di sela-sela sebuah konferensi energi di Aljazair.

Kartel minyak tersebut mencapai kesepakatan untuk membatasi produksi dalam range 32,5 juta ke 33,0 juta barel per hari, pengurangan 0,7% ke 2,2% dari produksi saat ini 33,2 juta barel.

Namun, pasar tetap skeptis atas kesepakatan itu, mempertimbangkan bagaimana rencana tersebut akan dilaksanakan. Beberapa analis memperingatkan bahwa perjanjian tersebut meninggalkan detil penting tentang seberapa banyak masing-masing negara akan memproduksi minyak.

Grup minyak 14-anggota itu mengatakan akan merampungkan rencana dalam membuat keputusan pada pertemuan resmi OPEC di Wina pada 30 November nanti, ketika undangan bergabung dalam pemotongan itu juga dapat disebar ke negara-negara non-OPEC seperti Rusia. (sumber: investing.com)

EQUITY WORLD FUTURES