Equityworld futures – Di pasar Asia Tenggara, Indonesia dikenal memiliki seniman-seniman unik dan budaya kuat untuk mengoleksi benda-benda seni. Sebuah pameran seni premium pertama di Indonesia bertaraf internasional yang dinamakan Art Stage Jakarta akan dibuka hari ini di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel.

Pameran yang merupakan ekspansi dari Art Stage Singapura itu meluncurkan edisi perdananya dengan menghadirkan 49 galeri Tanah Air dan mancanegara yang telah melalui proses seleksi. Pendiri sekaligus Presiden Art Stage Jakarta dan Art Stage Singapura, Lorenzo Rudolf, mengatakan pihaknya sangat antusias di pembukaan Art Stage Jakarta 2016.

“Kami sangat antusias untuk segera membuka dan acara tidak akan terjadi tanpa dukungan dari seluruh pelaku seni Indonesia. Yakni para kolektor, galeri-galeri, para seniman dan pelaku seni profesional lainnya,” ucapnya dalam keterangannya, Jumat (5/8/2016).

Lorenzo mengatakan perjalanannya mengenal dunia seni Indonesia dimulai pada 2008 silam, saat dia bertemu dengan kolektor ternama Deddy Kusuma. “Hari ini saya merasa sangat senang karena dapat membalas budi dengan mempromosikan seni Indonesia ke kancah seni internasional melalui Art Stage Jakarta,” tambahnya lagi.

Selama tiga hari penyelenggaraan, Art Stage Jakarta akan menampilkan karya seni yang kaya dan beragam dari 16 negara yang berpartisipasi. Ada 16 galeri yang berasal dari Indonesia. Di antaranya adalah Nadi Gallery yang menampilkan seniman Agus Suwage, Eddie Hara, dan Heri Dono. Lalu ada Galeri Canna dengan I Nyoman Masriadi dan Entang Wihharso, ROH Projects dengan Syaiful Aulia Garibaldi, Syagini Ratna Wulan, dan Bagus Pandega.

Sedangkan Galeri Semarang menampilkan Eko Nugroho, Lugas Syllabus dan M.Irfan. Andi’s Gallery ada Antonio Blanco, Edwin Gallery yang berdomisili di Kemang menghadirkan pertunjukan solo dari Kemalezedine, dan Rachel Gallery menampilkan Yuli Prayinto, Eddy Susanto dan Ivan Sagita. Serta masih ada belasa galeri dari Indonesia lainnya.

Art Stage Jakarta juga menghadirkan 33 galeri internasional terkemuka dunia yang menjadi langganan dari art fair. Seperti Galerie Perrotin dari Paris, Finale Art File dan The Drawing Room dari Manila, FOST Gallery dan Gajah Gallery dari Singapura, Mizuma Gallery dari Tokyo, Pearl Lam Galleries dari Hong Kong dan Richard Koh Gallery, serta Wei-Ling Gallery dari Kuala Lumpur.

Menyiapkan art fair pertamanya di Jakarta, Lorenzo melakukannya secara totalitas. “Ini adalah perjalanan yang luar biasa bagi kami untuk bisa sampai pada tahap ini,” katanya.

Selain pameran bagi 49 galeri dunia dan Indonesia, Art Stage Jakarta sudah menyiapkan dua pameran khusus, karya seni publik, serangkaian pembicaraan dan diskusi, dan program VIP eksklusif. Sebagai pameran seni eksklusif di Indonesia, Art Stage Jakarta juga didukung oleh kolektor terkemuka lewat Board of Art Patrons yang diketuai oleh Deddy Kusuma dan Board of Young Collectors yang diketuai oleh Tom Tandio.

Pembukaan Art Stage Jakarta akan digelar pada 5 Agustus dan berlangsung sampai 7 Agustus mendatang.