PT Equity World Futures: Harga saham yang tengah melambung ternyata memicu sebagian besar investor untuk merealisasikank keuntungan. Aksi jual saham diperkirakan terus berlanjut menjelang libur lebaran dan penentuan hasil pemilihan presiden.

Pada penutupan perdagangan Kamis (17/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia turun 0,84 persen. Indeks kini berada di level 5.071,20. Volume transaksi mencapai 7,1 miliar lembar saham dan nilai jual beli rata-rata sebesar Rp5,9 triliun. Investor asing membukukan nett buy Rp529 miliar.

Indeks terkoreksi bersamaan dengan tren penurunan harga saham di beberapa bursa Asia. Minimnya sentimen positif dari dalam negeri juga menguatkan niat investor untuk melepas portofolionya. Selain itu, investor memanfaatkan harga saham yang sudah mahal untuk mengambil keuntungan. Harga saham kemungkinan kembali naik jika ada sinyal positif hasil pemilihan presiden.

Di pasar uang, rupiah dan mayoritas valuta Asia menguat terhadap dollar. Rupiah menguat 0,10 persen dan kini berada di level 11.686 per dolar. Melemahnya dollar terjadi setelah Gubernur The Fed, Janet Yellen, mempertahankan suku bunga rendah. Namun ketidakpastian keamanan pasca pengumuman pemilihan presiden bisa memperlemah rupiah.

Pada perdagangan hari ini, Jumat (18/7), rupiah diperkirakan bergerak terbatas di level 11.650-11.750 per dolar. Aksi ambil untung berpeluang terjadi di pasar uang dan menahan laju rupiah. Sedangkan IHSG kemungkinan masih dijegal aksi ambil untung dan diperkirakan berada di kisaran 5.000-5.125. Aksi ambil untung diperkirakan terjadi pada saham sektor infrastruktur, konstruksi, dan properti.

Sumber berita: www.plasadana.com