Equityworld Futures – Pemerintahan Biden pada Kamis (18/2) membatalkan pemulihan sanksi PBB terhadap Iran oleh mantan presiden Donald Trump. Langkah itu bisa membantu Amerika kembali ke perjanjian nuklir 2015 yang bertujuan mengekang program nuklir Iran.

Penjabat Duta Besar Amerika untuk PBB Richard Mills mengirim surat kepada Dewan Keamanan atas nama Presiden Joe Biden. Dikatakan, Amerika “dengan ini menarik” tiga surat pemerintah Trump yang berpuncak pada pengumuman 19 September bahwa Amerika menerapkan lagi sanksi PBB terhadap Iran.

Dalam surat yang diperoleh kantor berita Associated Press itu, Mills mengatakan, sanksi “tetap dihentikan.”

Trump menarik Amerika keluar dari perjanjian itu, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama, atau JCPOA, pada 2018, dan menuduh Iran melakukan pelanggaran serius.

Biden mengatakan Amerika ingin bergabung kembali dengan pakta itu. Departemen Luar Negeri mengatakan, Kamis, bahwa Amerika akan menerima undangan dari Uni Eropa untuk menghadiri pertemuan negara-negara penandatangan pakta itu: Inggris, Perancis, Jerman, Rusia, China, dan Iran.

Keputusan pemerintahan Trump untuk meminta ketentuan dalam resolusi dewan tahun 2015 yang mengizinkan “snapback” sanksi karena Iran berada dalam “kinerja yang tidak signifikan” dengan kewajibannya di bawah perjanjian itu diabaikan oleh Dewan Keamanan dan dunia lainnya.

Mayoritas anggota dewan yang beranggotakan 15 negara itu menyebut tindakan Trump ilegal, karena AS bukan lagi anggota JCPOA.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan PBB tidak akan mendukung penerapan kembali sanksi terhadap Iran karena Amerika Serikat menuntut sampai dia mendapat lampu hijau dari Dewan Keamanan. Dia mengatakan ada “ketidakpastian” tentang apakah mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo telah memicu mekanisme “snapback”.

 

Sumber: VOA , Ewfpro
PT Equityworld Futures