Equity world. Harga minyak mentah jatuh di sesi perdagangan Asia pada hari Kamis dalam aksi profit taking ringan karena investor fokus pada kelebihan pasokan besar meskipun gemuruh oleh produsen kunci untuk membekukan output.

Di Bursa Perdagangan New York, minyak mentah WTI untuk pengiriman September turun 0,17% menjadi $46,86 per barel.

Semalam, Minyak mentah AS goyah dalam sesi yang volatil pada hari Rabu tetapi merayap ke tertinggi lima minggu baru, setelah investor bereaksi terhadap penurunan tak terduga stok domestik di pekan lalu bersama dengan sinyal lebih lanjut bahwa Arab Saudi bisa meningkatkan produksi ke rekor baru sepanjang masa di bulan Agustus.

Di Bursa Intercontinental (ICE), Minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober goyah antara $47,90 dan $49,92 per barel, sebelum menetap di $49,78, naik 0,55 atau 1,10% pada hari itu. Brent berjangka terakhir membersihkan $50 per barel pada 5 Juli lalu.

Pada hari Rabu pagi, Badan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam Laporan Mingguan Status Minyak bahwa persediaan minyak mentah komersial AS menurun 2,5 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 12 Agustus. Pada 521,1 juta barel, stok minyak mentah AS berada di tingkat historis tertinggi sepanjang tahun ini. Analis memperkirakan penguatan sebesar 950.000 di pekan lalu, sebelum mengatur perkiraannya setelah American Petroleum Institute melaporkan hasil berimbang sebesar 1,007 juta pada pekan ini. Pelemahan tajam itu menghentikan kenaikan beruntun dalam tiga minggu.

Selain itu, EIA mengatakan bahwa total persediaan bensin bermotor turun 2,7 juta barel pekan lalu, sementara persediaan bahan bakar distilasi naik 1,9 juta untuk periode itu. Meskipun stok bensin telah jatuh hampir 9,0 juta barel selama tiga minggu terakhir, namun masih melayang di dekat rekor tertinggi akibat kilang minyak terus menghasilkan produk dengan pesat walau harga minyak mentah terendah secara historis. Sementara itu, produksi minyak mentah melonjak 152.000 barel per hari di pekan lalu mewakili lonjakan terbesar dalam produksi selama 15 bulan.

Di tempat lain, para investor bereaksi terhadap berita dari Timur Tengah setelah Reuters melaporkan bahwa Arab Saudi dapat meningkatkan produksinya lebih tinggi menjelang pertemuan yang dipantau cermat di Aljazair bulan depan.

Pada hari Rabu, sumber industri minyak mengatakan kepada Reuters bahwa kerajaan Saudi mulai memompa minyak pada tingkat yang lebih tinggi pada awal musim panas setelah menahan produksi relatif stabil selama enam bulan pertama di tahun ini. Pada bulan Juli, produksi Saudi meningkat sedikit 10,55 juta – 10,67 juta barel per hari, mencapai tingkat tertinggi dalam catatan. Pada akhir Agustus, produksi Saudi bisa mencapai setinggi rata-rata 10,8-10,9 juta barel per hari, sumber menunjukkan. Lonjakan produksi bisa memberikan Arab Saudi peningkatan leverage dalam negosiasi di pertemuan Forum Energi Internasional di Aljazair bulan depan, di mana top produsen bisa mendiskusikan upaya terkoordinasi untuk menstabilkan harga minyak global.

Serta, pertemuan Federal Reserve bulan Juli digambarkan terpecah di antara komite tentang waktu kenaikan suku bunga berikutnya bank sentral AS dengan implikasi terhadap komoditas denominasi dolar seperti minyak mentah yang menjadi lebih mahal bagi pembeli asing ketika dolar apresiasi.

Sumber: investing.com

KONTAK PERKASA FUTURES

 

Save