Minyak pangkas kenaikan mingguan terbesar sejak Februari 2011 lalu akibat investor menimbang potensi gangguan dalam pengiriman minyak dari Timur Tengah terhadap meningkatnya persediaan minyak AS ke rekor tertingginya.

Minyak berjangka naik sebesar 10 persen di New York pekan ini, dengan harga turun sebanyak 2,3 persen pada hari Jumat. Arab Saudi memimpin koalisi 10 negara Sunni untuk melakukan serangan udara terhadap pemberontak Syiah di Yaman, yang dekat dengan pos pemeriksaan pengiriman minyak. Produksi minyak mentah AS dan stok telah meningkat ke level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade terakhir, Badan Administrasi Informasi Energi melaporkan pada Rabu lalu.

Meningkatnya serangan udara yang dilancarkan beresiko mengganggu pasokan minyak di wilayah penghasil minyak terbesar di dunia, bahkan disaat melimpahnya pasokan di AS terus mendorong harga turun lebih dari 5 persen pada tahun 2015. Yaman terletak di salah satu sisi Bab el-Mandeb, pos pengiriman minyak tersibuk keempat berdasarkan volume global, sementara tetangga Arab Saudi sebagai eksportir minyak daripada negara manapun.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun sebanyak $1,18 ke level $50,25 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $50,39 pukul 14:00 waktu Singapura. Kontrak WTi berjangka naik $2,22 ke level $51,43 pada hari Kamis kemarin, penutupan tertinggi sejak 4 Maret lalu. Volume perdagangan semua berjangka yang ditransaksikan sebesar 19 persen di bawah moving average 100-hari