Equity world – Harga minyak mentah rentan di awal Asia pada hari Jumat dalam perdagangan yang tenang menjelang jumlah produksi sumur minyak terbaru dari Baker Hughes.

Minyak mentah untuk pengiriman Oktober di Bursa Perdagangan New York merosot 0,08% menjadi $47,34 per troy ounce.

Pekan lalu, Baker Hughes mengatakan jumlah rig pengeboran sumur minyak di AS pekan lalu meningkat 10 menjadi 406, kenaikan mingguan kedelapan beruntun dan peningkatan 11 kalinya dalam 12 minggu.

Semalam, harga minyak lebih rendah dalam sesi kedua berturut-turut, akibat pasar tetap terpaku pada melimpahnya pasokan global dan di tengah memudarnya harapan bahwa produsen minyak utama akan mencapai kesepakatan untuk membekukan produksi.

Sementara itu, di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Oktober turun 11 sen, atau 0,22%, ke $48,93 per barel, setelah jatuh 91 sen, atau 1,82%, di sesi sebelumnya.

Harga minyak melonjak hampir $10 per barel, atau hampir 25%, dalam tiga minggu pertama bulan Agustus, akibat prospek pembekuan produksi oleh produsen utama pada pertemuan informal OPEC di Aljazair bulan depan memicu reli besar.

Namun, minyak berjangka turun hampir 4% sepanjang minggu ini, dengan analis dan pedagang tetap skeptis bahwa pertemuan itu akan menghasilkan usaha yang koheren untuk mengurangi banjirnya pasokan global.

Sebuah usaha bersama-sama mempertahankan tingkat produksi awal tahun ini gagal setelah Arab Saudi mundur atas penolakan Iran dalam mengambil bagian dari inisiatif, menggarisbawahi kesulitan persaingan politik dalam menggabungkan konsensus.

Sumber: investing.com

EQUITY WORLD FUTURES