Equityworld futures – Minyak naik, mengikuti kenaikan kuartalan terbesar sejak 2009, di tengah spekulasi pembuat kebijakan akan bertindak demi membatasi dampak dari pemungutan suara U.K. untuk meninggalkan Uni Eropa.

Minyak berjangka naik 1,4 persen di New York Jumat ini setelah menguat sebesar 26 persen selama tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni. Pasar global telah berada dalam ketidakpastian sejak referendum Inggris pada 23 Juni. Pasokan minyak mentah AS menyusut untuk minggu keenam dan produksi jatuh ke level terendahnya sejak September 2014 , seperti yang di tunjukkan oleh data Informasi Administrasi Energi Rabu kemarin.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus naik 66 sen dan berakhir di $ 48,99 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak berjangka naik 2,8 persen minggu ini, bahkan setelah kontrak turun 3,1 persen untuk berakhir di $ 48,33 pada hari Kamis.

Brent untuk pengiriman September menguat 64 sen, atau 1,3 persen, ke $ 50,35 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak Agustus turun 1,8 persen menjadi $ 49,68 per barel sebelum berakhir Kamis kemarin. Minyak mentah acuan global dengan premi 70 sen untuk WTI pengiriman September.