Equityworld futures – Minyak menghentikan kenaikannya karena data menunjukkan pengeboran di AS meningkatkan jumlah rig eksplorasi minyak mentah untuk pertama kalinya dalam tujuh minggu terakhir.

Kontrak berjangka sedikit berubah di New York setelah naik selama empat minggu yang dapat membantu mengakhiri kenaikan bulanan terbesar pada bulan September dalam lebih dari satu tahun. Rig yang menargetkan minyak mentah meningkat enam minggu lalu, sehingga totalnya menjadi 750, menurut data Baker Hughes yang dilaporkan pada hari Jumat. Pengebor melanjutkan menambahkan jumlah rig untuk pertama kalinya dalam lebih dari sebulan, periode yang mencakup dampak dari Badai Harvey yang melintasi wilayah Ford Shale dan terminal pengiriman pesisir.

Harga minyak kembali ke pasar bullish pekan lalu ditengah tanda-tanda surplus minyak mentah global yang terus berlanjut akhirnya mulai menyusut saat OPEC dan sekutunya memangkas output mereka. Arab Saudi, salah satu arsitek utama kesepakatan untuk mengurangi pasokan, melaporkan bahwa pertumbuhan ekonominya berkontraksi pada kuartal kedua berturut-turut, memberi sinyal tekanan yang berkelanjutan pada eksportir terbesar dunia untuk memastikan kesepakatan tersebut berhasil.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun 1 sen ke level $ 51,66 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:44 pagi waktu Tokyo. Total volume yang diperdagangkan sekitar 82 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga naik 11 sen menjadi $ 51,67 pada hari Jumat, mengakhiri bulan September dengan lonjakan sebesar 9,4 persen, kenaikan bulanan terbesar sejak April 2016 lalu.

Brent untuk penyelesaian bulan Desember merosot 6 sen ke level $ 56,73 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak untuk bulan November yang berakhir Jumat lalu menguat 13 sen ke level $ 57,54. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premi $ 4,77 untuk Desember pada minyak WTI.