Minyak menuju penurunan terpanjang bulanan yang pernah ada di London seiring produksi minyak mentah AS mencapai level tertinggi dan berlebihnya stok dalam 30 tahun terakhir mengisyaratkan bahwa surplus stok di pasar dunia akan bertahan.

Brent berjangka telah merosot 14 persen pada Januari, penurunan bulanan ketujuh itu tercatat sebagai penurunan terpanjang sejak kontrak mulai diperdagangkan pada tahun 1988 lalu. persediaan minyak mentah AS dan produksi naik pekan lalu ke level tertingginya sejak Badan Administrasi Informasi Energi mulai mengumpulkan data mingguan di awal 1980-an silam.

Minyak jatuh ke fase bearsih tahun lalu pasca OPEC menolak pemotongan produksi di tengah lonjakan produksi AS didorong oleh pasokan baru dari Texas ke North Dakota. Saudi Arabian Oil Co Chief Executive Officer Khalid Al-Falih menegaskan kebijakan pemerintah pada 27 Januari lalu bahwa kerajaan tidak akan menyeimbangkan pasar minyak mentah global “sendirian.”

Minyak Brent untuk pengiriman Maret naik sebesar 37 sen menjadi $49,50 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange pukul 12:44 waktu setempat. Minyak acuan melebihi dari setengah minyak dunia telah menguat 1,3 persen Pekan ini. minyak diperdagangkan pada level $ 4,47 lebih tinggi dari WTI, dibandingkan dengan $ 4,06 pada akhir Desember lalu.

West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret naik sebesar 43 sen ke level $44,96 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 34 persen di bawah moving average 100-hari untuk hari ini. Harga mengalami penurunan sebesar 16 persen pada bulan Januari, penurunan bulanan ketujuh, terpanjang sejak 2009 lalu.

Persediaan minyak mentah di AS, konsumen minyak terbesar dunia, naik 8.870.000 barel menjadi 406.700.000 sampai 23 Januari, terbesar sejak setidaknya Agustus 1982 lalu, menurut EIA. Output meningkat 9.210.000 per hari, teringgi dalam perkiraan mingguan menurut Departemen Energi AS.