Equityworld – Minyak mempertahankan penurunannya hingga ke posisi terendah sejak November seiring terus meningkatnya produksi minyak mentah AS menghapus hampir semua kenaikan yang diraih dari kesepakatan OPEC untuk mengurangi stok yang disepakati akhir tahun lalu.

Futures telah jatuh 7,7 persen minggu ini, merosot mendekati level $ 45 per barel pada hari Kamis. Produksi minyak mentah AS naik dalam 11 minggu beruntun hingga 28 April lalu yang mana merupakan kenaikan terpanjang sejak 2012, data pemerintah menunjukkan hari Rabu. Meskipun OPEC kemungkinan akan memperpanjang pemangkasan untuk enam bulan berikutnya, output minyak serpih Amerika tetap menjadi perhatian, menurut Nigeria.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni berada di level $ 45,54 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 2 sen, pada pukul 7:09 pagi di Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan yakni sekitar 15 persen di bawah rata-rata 100 hari. Kontrak tersebut kehilangan $ 2,30, atau 4,8 persen ke level $ 45,52 pada hari Kamis. Harga ditutup di level $ 45,23 pada 29 November silam, sehari sebelum OPEC setuju untuk memangkas output.

Brent untuk pengiriman Juli turun $ 2,41, atau 4,8 persen ke level $ 48,38 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London pada hari Kamis. Minyak mentah acuan global ini mengakhiri sesi dengan premi $ 2,48 untuk WTI Juli.