Equity World Futures: Dolar makin mahal, harganya hampir Rp 12.000, atau saat ini mencapai Rp 11.990. Tapi dolar tetap diburu sejumlah masyarakat untuk berbagai kebutuhan.

Dari pantauan detikFinance di sejumlah money changer, dolar memang terpantau mahal. Di PT Ayu Masagung, kurs beli dolar AS adalah Rp 11.930 dan kurs jual Rp 11.990.

Lalu di Money Changer Inti Valutama Sukses, kurs jual dolar Rp 11.800 dan kurs beli Rp 11.990/US$. Sedangkan di Valuta Inti Prima, kurs jual dolar Rp 11.970 dan kurs beli Rp 11.935/US$.

Fluktuasi nilai tukar ini tidak mempengaruhi minat masyarakat untuk tetap memburu dolar.

Misalnya Ibu Wibowo. Mantan Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini memburu dolar untuk keperluannya jalan-jalan ke luar negeri.

“Dolarnya naik tapi saya mau beli. Habis pemilihan umum mau ke tempat cucu, mau keluar negeri. Untuk jalan-jalan,” kata dia saat berbincang bersama detikFinance di Money Changer Valuta Inti Prima, Menteng, Jakarta, Kamis (4/7/2014).

Dia mengatakan, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak mempengaruhinya untuk tetap membeli dolar.

“Mau naik atau turun kalau butuh saya beli saja, saya nggak pernah menyimpan uang asing. Ini waktunya holiday (liburan) banyak yang liburan ke luar negeri jadi dolar naik,” katanya.

Di tempat yang sama, seorang karyawan swasta bernama Irwan (33) mengaku, dirinya menyimpan dolar AS sebagai instrumen investasi. Saat posisi dolar naik, saatnya menjual begitu pun sebaliknya.

“Saya mau jual, lagi di posisi sekarang lagi naik, jual buat investasi, nunggu dolar naik dijual dolar turun dibeli. Fluktuasi dolar ke rupiah sekarang ini lagi menguat posisi dolar, rupiah melemah jadi ya bagus untuk yang punya dolar buat investasi, mungkin menjelang pemilu dolar naik,” ungkapnya.

Berbeda dengan Gaby, mahasiswi S2 berusia 22 tahun ini menyebutkan, posisi dolar yang menguat justru menguntungkan baginya.

“Orang tua saya kan di luar negeri jadi tiap bulan dapat transferan dolar. Jadi pasokannya dolar. Jadi nunggu naik, terus jual, berharap dolar naik terus jangan sampai turun, nukar buat lebaran juga,” ucapnya.

Menurut Gaby, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dinilainya wajat. Apalagi, saat ini menjelang Pemilu.

“Naik turunnya wajar, tapi sempat ada kesulitan karena naik turun, kemarin Rp11.800 terus naik Rp 12.000 mau jual, nggak sempat, sekarang sekitar Rp11.900 saya jual daripada turun lagi,” pungkasnya.

Sumber berita: finance.detik.com